Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2026, 17.27 WIB

Orang Tua yang Anak-Anak Dewasanya Menelepon Tanpa Meminta Apa Pun Biasanya Melakukan 9 Hal Ini Saat Anak Masih Kecil Menurut Psikologi

seseorang yang selalu ditelepon oleh anak-anaknya./Freepik/tirachardz - Image

seseorang yang selalu ditelepon oleh anak-anaknya./Freepik/tirachardz

JawaPos.com - Tidak semua panggilan dari anak dewasa berisi keluhan, kebutuhan, atau permintaan bantuan.

Ada kalanya telepon berdering hanya untuk bertanya, “Ayah lagi apa?” atau “Ibu sudah makan belum?”

Dalam psikologi keluarga, momen sederhana ini bukan kebetulan. Ia sering kali menjadi hasil dari pola pengasuhan yang dibangun sejak anak masih sangat kecil.

Orang tua yang berhasil menumbuhkan hubungan hangat dan aman biasanya tidak memaksa anak untuk selalu hadir.

Justru, anaklah yang dengan sukarela kembali—melalui telepon, pesan singkat, atau kunjungan—tanpa motif apa pun selain ingin terhubung.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (9/1), terdapat sembilan hal yang menurut psikologi perkembangan dan relasi, sering dilakukan orang tua semacam ini ketika anak-anak mereka masih muda.

1. Membuat Anak Merasa Aman Secara Emosional

Sejak dini, orang tua ini tidak hanya menyediakan rumah secara fisik, tetapi juga rumah emosional.

Anak bebas mengekspresikan perasaan—senang, marah, takut, atau sedih—tanpa takut dihakimi.

Rasa aman inilah yang tertanam kuat hingga dewasa, membuat anak nyaman untuk menghubungi orang tua kapan saja, bahkan tanpa alasan khusus.

2. Mendengarkan Lebih Banyak daripada Menggurui

Alih-alih selalu memberi ceramah, mereka memilih mendengar. Ketika anak bercerita, perhatian diberikan sepenuhnya.

Dalam psikologi komunikasi, kebiasaan ini membentuk keyakinan pada anak bahwa suaranya bernilai.

Saat dewasa, menelepon orang tua menjadi pengalaman menyenangkan, bukan kewajiban yang melelahkan.

3. Menghargai Perasaan, Bukan Meremehkannya

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore