Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Januari 2026, 06.04 WIB

7 Kebiasaan Posting di Media Sosial Generasi Boomer yang Bikin Anak Dewasa Salah Tingkah

Ilustrasi kebiasaan posting generasi boomer di media sosial yang bikin anak dewasa salah tingkah (freepik)


JawaPos.com - Media sosial menjadi jembatan penting bagi banyak orang tua untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman. Namun tanpa disadari, beberapa kebiasaan posting di media sosial justru membuat anak-anak mereka yang sudah dewasa merasa malu, canggung, bahkan ingin menghilang sejenak dari linimasa.

Bukan karena tidak sayang, tetapi karena apa yang dibagikan terasa terlalu berlebihan, tidak pantas, atau salah tempat. 

Dilansir dari Global English Editing, Sabtu (10/01), ada sejumlah pola posting khas generasi boomer yang sering membuat anak-anak mereka mengelus dada setiap kali muncul di feed.

1. Terlalu Detail Soal Kesehatan

Mengabarkan kondisi kesehatan memang wajar. Tapi menceritakan secara rinci soal hasil kolonoskopi, masalah pencernaan, atau prosedur medis di media sosial bisa membuat siapa pun yang membacanya merasa tidak nyaman.

Cukup tulis singkat, seperti: “Baru cek kesehatan, semua baik.” Sisanya lebih baik dibicarakan secara pribadi dengan orang yang benar-benar ingin tahu.

2. Status Sindiran yang Tidak Jelas

Kalimat seperti, “Ada saja orang yang tidak tahu berterima kasih…” tanpa menyebut siapa, justru membuat semua orang gelisah.

Anak-anak akan bertanya-tanya apakah itu ditujukan pada mereka. Jika ada masalah, lebih baik dibicarakan langsung, bukan disebarkan dalam bentuk sindiran misterius di media sosial.

3. Membagikan Rantai Keberuntungan dan Ancaman Sial

Postingan seperti, “Bagikan ini kalau cinta Tuhan, abaikan kalau mau sial tujuh tahun,” sering beredar di media sosial dan membuat anak-anak merasa orang tua mereka terlalu mudah percaya.

Ini bukan hanya mengganggu, tapi juga bisa menyebarkan hoaks dan ketakutan yang tidak perlu.

4. Terlalu Banyak Informasi tentang Hubungan Pribadi

Memamerkan kebahagiaan pernikahan boleh saja, tapi jika sampai ke detail yang terlalu intim di media sosial, anak-anak justru merasa risih.

Ucapan ulang tahun pernikahan dengan foto yang manis sudah cukup, tanpa perlu menceritakan hal-hal pribadi yang seharusnya tetap privat.

5. Menyebarkan Hoaks dan Berita Palsu

Mulai dari kabar artis meninggal padahal masih hidup, hingga isu aplikasi media sosial akan berbayar, sering kali dibagikan tanpa dicek kebenarannya.

Anak-anak yang terbiasa memverifikasi informasi akan merasa malu ketika melihat orang tua mereka menyebarkan kabar palsu di media sosial.

6. Menggunakan Kolom Komentar Anak sebagai Papan Pengumuman

Saat anak memposting foto liburan di media sosial, lalu orang tua membalas dengan pesan panjang tentang keluarga, nasihat hidup, atau pengingat ke dokter, semua itu terlihat oleh teman dan kolega anak.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore