Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 November 2025, 05.11 WIB

8 Kebiasaan yang Membantu Generasi Boomer Tetap Bahagia, Bahkan Ketika Dunia Terasa Meninggalkan Mereka Menurut Psikologi

seseorang yang membantu generasi boomer tetap bahagia./Freepik/freepik - Image

seseorang yang membantu generasi boomer tetap bahagia./Freepik/freepik

JawaPos.com - Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat—dari teknologi digital, budaya kerja yang serba luwes, hingga nilai sosial yang semakin cair—banyak dari generasi Boomer merasa seakan berada di pinggir panggung.

Dunia kini tak lagi seperti ketika mereka tumbuh: ritme kehidupan makin terburu, percakapan makin pendek, dan komunikasi lebih sering dilakukan melalui layar.

Namun, kenyataan bahwa perubahan terus terjadi bukan berarti kebahagiaan harus tenggelam.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (12/11), menurut ilmu psikologi, ada banyak kebiasaan yang dapat dipelihara agar generasi Boomer tetap merasakan makna, keterhubungan, dan kegembiraan dalam keseharian.

Delapan kebiasaan berikut bisa menjadi “penjaga jiwa” yang membantu mereka tetap tegak ketika dunia tampak berubah terlalu cepat.

1. Menjaga Rasa Ingin Tahu: Anti-Tua dalam Pikiran

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa rasa ingin tahu membantu otak tetap aktif, meningkatkan fleksibilitas kognitif, serta memperlambat penurunan fungsi mental.

Ketika Boomer terus memelajari hal baru—entah belajar menggunakan aplikasi baru, memahami selera musik anak muda, atau mencoba hobi yang belum pernah digeluti—mereka merawat plastisitas pikiran.

Rasa ingin tahu menciptakan ruang dialog lintas generasi: bukan sekadar membuat mereka merasa “ikut zaman,” tetapi juga membuka akses pada pemahaman yang lebih luas tentang dunia yang terus berkembang.

2. Tetap Terhubung dengan Komunitas

Salah satu prediktor kebahagiaan paling kuat di usia matang adalah keterikatan sosial.

Teori psikologi sosial menegaskan bahwa perasaan menjadi bagian dari sesuatu—keluarga, komunitas agama, kelompok hobi, atau lingkungan tempat tinggal—meningkatkan rasa aman dan identitas.

Bagi Boomer, bergabung dalam komunitas bukan sekadar mengisi waktu.

Ini adalah cara menjaga harga diri, memberi makna, serta merasa bahwa suara mereka masih didengar.

3. Menerima Perubahan sebagai Keniscayaan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore