Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Januari 2026, 17.15 WIB

Psikologi Ungkap 7 Kebiasaan Langka Orang yang Menua Tanpa Sering Mengeluh Setelah Usia 60 Tahun

Ilustrasi orang yang menua tanpa sering mengeluh (Geediting) - Image

Ilustrasi orang yang menua tanpa sering mengeluh (Geediting)

JawaPos.Com - Banyak orang mengira bertambah usia otomatis membuat seseorang mudah mengeluh, sinis, bahkan pahit terhadap hidup. Padahal kenyataannya, tidak semua orang lanjut usia berubah menjadi pribadi yang penuh amarah dan kekecewaan.

Seiring waktu, ada sebagian kecil orang yang justru mampu menua dengan tenang, hangat, dan menyenangkan untuk diajak berinteraksi. Menurut psikologi, mereka memiliki kebiasaan emosional tertentu yang tergolong langka setelah usia 60 tahun.

Dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (23/01), berikut adalah tujuh kebiasaan orang yang menua tanpa mengeluh menurut psikologi.

1. Mempraktikkan rasa syukur tanpa memaksakan diri

Orang yang menua dengan baik tidak memaksakan diri untuk “selalu bersyukur” saat keadaan memang sulit. Mereka mengakui rasa sakit, kehilangan, dan kekecewaan, namun tetap mampu menemukan momen kecil yang patut diapresiasi.

Alih-alih berpura-pura positif, mereka secara alami menyadari hal-hal yang masih berjalan baik dalam hidup. Pendekatan rasa syukur yang tulus ini terbukti mampu menurunkan stres dan meningkatkan kepuasan hidup pada usia lanjut.

2. Tetap memiliki rasa ingin tahu terhadap dunia

Banyak orang menjadi kaku seiring bertambah usia, merasa sudah tahu segalanya dan menutup diri dari sudut pandang baru. Sebaliknya, orang yang tidak pahit justru mempertahankan rasa ingin tahu.

Mereka tertarik mempelajari hal baru, memahami generasi muda, hingga mencoba teknologi atau budaya berbeda. Dalam psikologi, sifat ini dikenal sebagai openness to experience dan berkaitan erat dengan kesehatan mental yang lebih baik.

3. Menetapkan batasan tanpa merusak hubungan

Orang lanjut usia yang bahagia tahu cara berkata “tidak” tanpa menciptakan konflik. Mereka menjaga energi dengan menetapkan batasan yang sehat, namun tetap memelihara hubungan sosial.

Alih-alih memutus hubungan secara dramatis, mereka mengatur jarak secara bijak. Penelitian menunjukkan, lansia dengan batasan emosional yang sehat cenderung memiliki tingkat depresi lebih rendah.

4. Menerima perubahan, bukan melawannya

Perubahan teknologi, budaya, hingga dinamika keluarga sering menjadi sumber kepahitan. Namun orang yang menua dengan damai memilih beradaptasi, meski tidak selalu nyaman.

Mereka memahami bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Dengan bersikap fleksibel, mereka tetap terhubung dengan dunia dan orang-orang di sekitarnya, yang berdampak positif pada kesehatan mental.

5. Fokus pada hal yang bisa dikendalikan

Orang yang tidak pahit menyadari perbedaan antara hal yang bisa dan tidak bisa dikendalikan. Mereka tidak menghabiskan energi untuk mengatur orang lain, situasi ekonomi, atau masa lalu.

Sebaliknya, mereka fokus pada respons pribadi, kebiasaan harian, dan sikap mental. Psikologi menyebut ini sebagai internal locus of control, yang terbukti berkaitan dengan proses menua yang lebih sehat.

6. Memiliki tujuan hidup di luar diri sendiri

Setelah pensiun, banyak orang kehilangan identitas dan tujuan. Namun mereka yang menua dengan bahagia menemukan makna baru, meski sederhana.

Mulai dari kegiatan sosial, relawan, hingga membantu lingkungan sekitar, tujuan hidup ini memberi rasa berarti. Penelitian menunjukkan, memiliki tujuan hidup dapat memperlambat penurunan kognitif dan menjaga kestabilan emosi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore