
Ilustrasi orang yang menua tanpa sering mengeluh (Geediting)
JawaPos.Com - Banyak orang mengira bertambah usia otomatis membuat seseorang mudah mengeluh, sinis, bahkan pahit terhadap hidup. Padahal kenyataannya, tidak semua orang lanjut usia berubah menjadi pribadi yang penuh amarah dan kekecewaan.
Seiring waktu, ada sebagian kecil orang yang justru mampu menua dengan tenang, hangat, dan menyenangkan untuk diajak berinteraksi. Menurut psikologi, mereka memiliki kebiasaan emosional tertentu yang tergolong langka setelah usia 60 tahun.
Dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (23/01), berikut adalah tujuh kebiasaan orang yang menua tanpa mengeluh menurut psikologi.
Orang yang menua dengan baik tidak memaksakan diri untuk “selalu bersyukur” saat keadaan memang sulit. Mereka mengakui rasa sakit, kehilangan, dan kekecewaan, namun tetap mampu menemukan momen kecil yang patut diapresiasi.
Alih-alih berpura-pura positif, mereka secara alami menyadari hal-hal yang masih berjalan baik dalam hidup. Pendekatan rasa syukur yang tulus ini terbukti mampu menurunkan stres dan meningkatkan kepuasan hidup pada usia lanjut.
Banyak orang menjadi kaku seiring bertambah usia, merasa sudah tahu segalanya dan menutup diri dari sudut pandang baru. Sebaliknya, orang yang tidak pahit justru mempertahankan rasa ingin tahu.
Mereka tertarik mempelajari hal baru, memahami generasi muda, hingga mencoba teknologi atau budaya berbeda. Dalam psikologi, sifat ini dikenal sebagai openness to experience dan berkaitan erat dengan kesehatan mental yang lebih baik.
Orang lanjut usia yang bahagia tahu cara berkata “tidak” tanpa menciptakan konflik. Mereka menjaga energi dengan menetapkan batasan yang sehat, namun tetap memelihara hubungan sosial.
Alih-alih memutus hubungan secara dramatis, mereka mengatur jarak secara bijak. Penelitian menunjukkan, lansia dengan batasan emosional yang sehat cenderung memiliki tingkat depresi lebih rendah.
Perubahan teknologi, budaya, hingga dinamika keluarga sering menjadi sumber kepahitan. Namun orang yang menua dengan damai memilih beradaptasi, meski tidak selalu nyaman.
Mereka memahami bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Dengan bersikap fleksibel, mereka tetap terhubung dengan dunia dan orang-orang di sekitarnya, yang berdampak positif pada kesehatan mental.
Orang yang tidak pahit menyadari perbedaan antara hal yang bisa dan tidak bisa dikendalikan. Mereka tidak menghabiskan energi untuk mengatur orang lain, situasi ekonomi, atau masa lalu.
Sebaliknya, mereka fokus pada respons pribadi, kebiasaan harian, dan sikap mental. Psikologi menyebut ini sebagai internal locus of control, yang terbukti berkaitan dengan proses menua yang lebih sehat.
Setelah pensiun, banyak orang kehilangan identitas dan tujuan. Namun mereka yang menua dengan bahagia menemukan makna baru, meski sederhana.
Mulai dari kegiatan sosial, relawan, hingga membantu lingkungan sekitar, tujuan hidup ini memberi rasa berarti. Penelitian menunjukkan, memiliki tujuan hidup dapat memperlambat penurunan kognitif dan menjaga kestabilan emosi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
