
seseorang yang menunjukkan kekurangan./Freepik/pressfoto
JawaPos.com - Dalam hubungan yang sehat, pasangan seharusnya menjadi tempat aman untuk bertumbuh—bukan sumber luka emosional. Namun, bagaimana jika pasangan Anda terus-menerus menyoroti kekurangan Anda?
Bukan sekali dua kali sebagai masukan yang membangun, melainkan berulang, tajam, dan membuat Anda merasa “tidak pernah cukup”.
Psikologi hubungan menunjukkan bahwa perilaku ini bukan sekadar soal kejujuran atau niat membantu.
Dalam banyak kasus, itu adalah tanda bahaya (red flags) yang menunjukkan dinamika relasi yang tidak sehat.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (25/1), terdapat delapan tanda bahaya yang mungkin menjelaskan mengapa pasangan Anda selalu fokus pada kekurangan Anda—dan mengapa hal ini perlu diperhatikan dengan serius.
1. Kritik Disamarkan sebagai “Demi Kebaikanmu”
Kalimat seperti:
“Aku cuma jujur kok.”
“Aku ngomong begini karena sayang.”
terdengar masuk akal, tetapi psikologi membedakan umpan balik konstruktif dan kritik merendahkan. Jika kritik:
disampaikan terus-menerus
fokus pada kepribadian, bukan perilaku
tidak diiringi empati
maka itu bukan lagi kepedulian, melainkan kontrol emosional.
Pasangan yang sehat membantu Anda berkembang tanpa membuat Anda merasa kecil.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
