Ilustrasi sebuah kamar dengan kasur yang berantakan./Freepik.
JawaPos.com – Sering dianggap malas atau tidak rapi karena membiarkan kasur berantakan di pagi hari? Tunggu dulu.
Meskipun dianggap seperti kegiatan sepele, merapikan kasur setelah bangun tidur mungkin menunjukkan psikologis seseorang.
Banyak ahli yang berpendapat bahwa kebiasaan merapikan kasur bisa membentuk pola pikir dan suasana hati sepanjang hari.
Penasaran dengan alasan psikologis di balik berantakannya kasur milik seseorang? Berikut ulasannya yang telah dikutip dari Your Tango.
Orang-orang yang jarang merapikan selimut saat bangun pagi dan membiarkannya berantakan sepanjang hari biasanya tidak suka berpura-pura.
Mereka juga sangat ekspresif dan sangat menghargai perkataan jujur dan tulus dari orang lain.
Orang yang tidak repot-repot merapikan tempat tidur di pagi hari biasanya memiliki kepribadian sulit menumbuhkan kepercayaan dirinya.
Bahkan ketika harus membuat keputusan dalam hidupnya, mereka akan lebih yakin jika ada orang yang bisa dipercaya.
Terkadang kekacauan dan ketidakrapian bisa memunculkan kreativitas yang tinggi. Namun, ini berlaku hanya bagi orang-orang tertentu.
Orang yang selalu membiarkan kasurnya tidak ditata cenderung punya inovasi yang besar.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
