Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Februari 2026, 21.39 WIB

Bukan Berarti Malas, Ini 5 Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Seseorang yang Membiarkan Kasur Berantakan

Ilustrasi sebuah kamar dengan kasur yang berantakan./Freepik.

JawaPos.com – Sering dianggap malas atau tidak rapi karena membiarkan kasur berantakan di pagi hari? Tunggu dulu.

Meskipun dianggap seperti kegiatan sepele, merapikan kasur setelah bangun tidur mungkin menunjukkan psikologis seseorang.

Banyak ahli yang berpendapat bahwa kebiasaan merapikan kasur bisa membentuk pola pikir dan suasana hati sepanjang hari.

Penasaran dengan alasan psikologis di balik berantakannya kasur milik seseorang? Berikut ulasannya yang telah dikutip dari Your Tango.

  1. Sangat Menghargai Kejujuran

Orang-orang yang jarang merapikan selimut saat bangun pagi dan membiarkannya berantakan sepanjang hari biasanya tidak suka berpura-pura.

Mereka juga sangat ekspresif dan sangat menghargai perkataan jujur dan tulus dari orang lain.

  1. Sulit Merasa Percaya Diri

Orang yang tidak repot-repot merapikan tempat tidur di pagi hari biasanya memiliki kepribadian sulit menumbuhkan kepercayaan dirinya.

Bahkan ketika harus membuat keputusan dalam hidupnya, mereka akan lebih yakin jika ada orang yang bisa dipercaya.

  1. Cenderung Sangat Kreatif

Terkadang kekacauan dan ketidakrapian bisa memunculkan kreativitas yang tinggi. Namun, ini berlaku hanya bagi orang-orang tertentu.

Orang yang selalu membiarkan kasurnya tidak ditata cenderung punya inovasi yang besar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore