Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Februari 2026, 04.54 WIB

Orang yang Jarang Sakit Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengikuti 9 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang jarang sakit di usia tua./Freepik/prostooleh

 
JawaPos.com - Banyak orang mengira kesehatan di usia lanjut sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik.
 
Padahal, penelitian psikologi kesehatan menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari memiliki peran yang jauh lebih besar dalam menentukan kualitas hidup dan daya tahan tubuh seseorang.

Menurut pendekatan dalam health psychology dan penelitian dari berbagai institusi seperti American Psychological Association dan World Health Organization, pola pikir, regulasi emosi, dan kebiasaan perilaku sangat memengaruhi sistem imun, kesehatan jantung, serta fungsi kognitif di usia lanjut.

Menariknya, orang-orang yang tetap bugar dan jarang sakit meskipun bertambah usia cenderung memiliki pola kebiasaan yang mirip. 
 
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (21/2), terdapat 9 kebiasaan yang sering mereka lakukan.

1. Mereka Mengelola Stres dengan Baik

Stres kronis adalah musuh utama kesehatan. Secara psikologis, stres yang tidak dikelola dapat meningkatkan hormon kortisol yang berdampak pada sistem imun dan peradangan dalam tubuh.

Orang yang jarang sakit biasanya:

Tidak mudah bereaksi berlebihan

Mampu menerima hal yang di luar kendali

Memiliki cara sehat untuk menenangkan diri (meditasi, doa, journaling, olahraga ringan)

Mereka tidak bebas dari masalah — tetapi mereka tidak membiarkan stres menguasai hidupnya.

2. Mereka Menjaga Hubungan Sosial yang Berkualitas


Penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa koneksi sosial yang sehat berkaitan dengan umur panjang dan daya tahan tubuh yang lebih kuat.

Bahkan studi panjang dari Harvard University tentang kebahagiaan menemukan bahwa kualitas hubungan lebih penting daripada kekayaan atau status dalam menentukan kesehatan jangka panjang.

Orang yang jarang sakit biasanya:

Punya 1–3 hubungan dekat yang suportif

Tidak memelihara konflik berkepanjangan

Mau meminta dan memberi dukungan emosional

Kesepian kronis terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan imun.

3. Mereka Punya Tujuan Hidup yang Jelas


Dalam psikologi, ini dikenal sebagai sense of purpose. Orang yang memiliki alasan untuk bangun pagi cenderung memiliki:

Sistem imun lebih stabil

Risiko depresi lebih rendah

Gaya hidup lebih terarah

Tujuan hidup tidak harus besar. Bisa berupa merawat keluarga, berkontribusi di komunitas, atau mengembangkan diri secara pribadi.

Makna hidup memberi daya tahan psikologis yang secara tidak langsung berdampak pada kesehatan fisik.

4. Mereka Bergerak Secara Konsisten


Tidak harus olahraga berat. Yang penting adalah konsistensi.

Psikologi perilaku menunjukkan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan rutin jauh lebih efektif dibanding motivasi besar yang hanya sesaat.

Orang yang sehat di usia lanjut biasanya:

Jalan kaki rutin

Peregangan ringan

Aktif secara fisik dalam keseharian

Aktivitas fisik membantu regulasi mood, meningkatkan kualitas tidur, dan memperkuat sistem imun.

5. Mereka Menjaga Pola Pikir Positif (Realistis, Bukan Toxic Positivity)


Optimisme realistis berkaitan dengan kesehatan jantung dan daya tahan tubuh.

Psikolog seperti Martin Seligman menjelaskan bahwa orang optimis tidak mengabaikan masalah, tetapi percaya bahwa mereka bisa menghadapi dan mengelolanya.

Pola pikir seperti ini:

Mengurangi stres kronis

Meningkatkan ketahanan mental

Membantu pemulihan lebih cepat saat sakit

6. Mereka Punya Pola Tidur yang Teratur

Kesehatan mental dan fisik sangat bergantung pada kualitas tidur.

Orang yang jarang sakit biasanya:

Tidur dan bangun di jam yang relatif sama

Menghindari gadget sebelum tidur

Tidak menjadikan begadang sebagai kebiasaan

Tidur yang konsisten membantu regenerasi sel dan menjaga keseimbangan hormon.

7. Mereka Tidak Menyimpan Dendam Terlalu Lama


Secara psikologis, memendam kemarahan atau dendam meningkatkan tekanan darah dan stres jangka panjang.

Orang yang sehat secara mental cenderung:

Mampu memaafkan (bukan melupakan, tapi melepaskan beban emosional)

Tidak terus-menerus memutar ulang konflik di kepala

Memaafkan lebih menguntungkan diri sendiri dibanding orang lain.

8. Mereka Disiplin dalam Hal-Hal Kecil


Kesehatan bukan hasil satu keputusan besar, tetapi ribuan keputusan kecil setiap hari.

Psikologi kebiasaan menunjukkan bahwa disiplin mikro (minum cukup air, makan seimbang, bergerak sedikit tiap hari) memiliki efek kumulatif yang besar dalam jangka panjang.

Orang yang jarang sakit biasanya konsisten, bukan ekstrem.

9. Mereka Adaptif Terhadap Perubahan

Seiring bertambahnya usia, perubahan tidak bisa dihindari — baik secara fisik, sosial, maupun emosional.

Orang yang tetap sehat cenderung:

Fleksibel dalam menghadapi perubahan

Tidak terlalu terikat pada “cara lama”

Mau belajar hal baru

Kemampuan adaptasi ini disebut psychological resilience — salah satu faktor utama dalam penuaan yang sehat.

Kesimpulan


Menjadi orang yang jarang sakit di usia lanjut bukan sekadar keberuntungan atau faktor genetik. Psikologi menunjukkan bahwa cara kita berpikir, merespons stres, membangun hubungan, dan menjalani kebiasaan harian memiliki dampak besar pada kesehatan jangka panjang.

Kabar baiknya?

Semua kebiasaan ini bisa dipelajari dan dilatih. Tidak perlu menunggu usia tua untuk memulainya. Semakin cepat dibangun, semakin besar manfaatnya di masa depan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore