ilustrasi pasangan yang menikah. Sumber foto: Freepik
JawPos.com - Menemukan pasangan yang selalu mengiyakan kemauan kita mungkin terasa seperti mendapat "jackpot". Mereka jarang membantah, hampir tidak pernah marah, dan selalu terlihat mendukung apa pun keputusan Anda. Rasanya seperti hidup dalam mimpi yang penuh kedamaian.
Namun, di balik sikap manis yang selalu mengalah tersebut, tersimpan risiko besar yang jarang disadari. Kepribadian people pleaser atau orang yang haus akan validasi orang lain ternyata bisa menjadi bom waktu yang siap meledak dan meretakkan rumah tangga secara diam-diam.
Mengutip dari CBS News, banyak konflik rumah tangga justru muncul bukan karena terlalu banyak pertengkaran, melainkan karena terlalu banyak hal yang dipendam. Masalah dimulai ketika kejujuran dikorbankan demi label "pasangan penurut".
Seorang people pleaser hampir mustahil untuk berkata "tidak". Mereka akan ikut ke restoran yang tidak mereka sukai atau menyetujui rencana liburan yang sebenarnya membuat mereka stres. Sekilas, ini tampak seperti bentuk cinta dan kompromi yang luar biasa.
Padahal, motif utamanya sering kali adalah ketakutan akut terhadap konflik. Mereka hanya mengatakan apa yang ingin Anda dengar, bukan apa yang mereka rasakan. Pola ini menciptakan komunikasi yang tidak jujur dan merusak fondasi kepercayaan dalam jangka panjang.
Akibatnya, hubungan menjadi sangat tidak seimbang. Anda mungkin merasa sedang membangun masa depan bersama, padahal sebenarnya hanya Anda yang memegang kendali, sementara pasangan Anda merasa seperti penumpang gelap yang terpaksa ikut rute Anda.
Banyak yang tidak menganggap sikap selalu mengalah sebagai kebohongan. Selama tidak ada perselingkuhan atau kekerasan, hubungan dianggap aman. Namun, menyembunyikan perasaan asli secara terus-menerus adalah bentuk ketidakjujuran yang sangat merusak.
Setiap kali pasangan berkata "aku baik-baik saja" padahal hatinya kecewa, mereka sedang menabung luka. Kebohongan kecil ini mungkin terlihat sepele, namun jika dilakukan setiap hari, rasa kesal akan menumpuk menjadi kebencian yang mendalam.
Anda mungkin merasa pernikahan berjalan mulus tanpa hambatan. Namun di sisi lain, si people pleaser merasa perlahan-lahan kehilangan jati diri. Mereka merasa tidak pernah benar-benar didengar, dianggap, atau dikenal oleh orang yang paling mereka cintai.
Dalam banyak kasus, tipe ini menjalani fase besar hidup seperti menikah atau memiliki anak hanya karena merasa "itulah yang seharusnya dilakukan". Mereka bertindak demi memenuhi ekspektasi keluarga atau pasangan, bukan karena kesiapan pribadi.
Sebagai konselor, banyak terapis melihat pola ini berulang kali pada klien mereka. Orang yang selalu mengalah akhirnya terjebak dalam peran yang sebenarnya belum siap mereka jalani. Hal ini menciptakan konflik batin yang sangat hebat di kemudian hari.
Ketika tekanan itu tidak lagi tertahankan, sebagian dari mereka akan mencari pelarian secara ekstrem. Ada yang tiba-tiba pergi meninggalkan rumah tanpa alasan jelas, bahkan ada yang berselingkuh. Bukan karena mereka tidak cinta, tapi karena mereka sudah terlalu lama kehilangan diri sendiri.
Menariknya, hampir semua people pleaser yang akhirnya berselingkuh memberikan pembelaan yang serupa. Mereka sering kali mengatakan: “Awalnya cuma ngobrol biasa.” Mereka biasanya tidak memiliki niat awal untuk menghancurkan keutuhan pernikahan.
Namun, saat mereka bertemu orang baru yang benar-benar bertanya tentang perasaan mereka dan peduli pada keinginan mereka, itu terasa seperti oase. Perhatian kecil dari orang asing bisa terasa sangat luar biasa bagi seseorang yang sudah lama merasa jiwanya kosong di rumah sendiri.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
