
Ilustrasi penanganan skoliosis (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Pernahkah kamu merasa punggung terasa pegal setelah duduk lama di depan laptop, atau bahu terasa tidak sejajar saat melihat ke cermin? Banyak orang menganggap hal-hal itu hanya tanda kelelahan biasa, padahal bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal adanya ketidakseimbangan pada tulang belakang. Tanpa disadari, kebiasaan sederhana seperti duduk membungkuk, membawa tas di satu sisi, atau menunduk lama menatap layar gawai dapat memberi tekanan kecil namun berulang pada struktur tulang belakang. Dalam jangka panjang, tekanan ini bisa menyebabkan perubahan bentuk yang dikenal sebagai skoliosis.
Melansir dari Cleveland Clinic, skoliosis adalah kondisi ketika tulang belakang melengkung ke samping membentuk huruf 'S' atau 'C'. Kelengkungan ini bisa ringan dan nyaris tak terlihat, tapi jika dibiarkan dapat berkembang menjadi masalah serius. Mulai dari nyeri punggung kronis hingga gangguan pernapasan akibat perubahan bentuk dada. Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa kondisi ini paling sering muncul saat masa remaja, ketika tubuh sedang tumbuh cepat dan tulang belakang mudah terpengaruh oleh postur dan kebiasaan fisik yang berulang.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di PubMed Central (NIH) tahun 2020 berjudul Association Between Incorrect Posture and Adolescent Idiopathic Scoliosis menemukan adanya hubungan kuat antara postur tubuh yang salah secara berulang dan peningkatan risiko skoliosis. Dengan kata lain, rutinitas yang tampak sepele justru dapat perlahan mempengaruhi bentuk tulang belakang kita tanpa terasa.
Kebiasaan ini adalah penyebab paling umum dan sering tidak disadari. Duduk membungkuk di depan laptop atau ponsel selama berjam-jam menyebabkan ketegangan otot punggung dan ketidakseimbangan bahu. Penelitian yang dipublikasikan oleh NIH (2020) menunjukkan bahwa posisi duduk miring atau menunduk dalam waktu lama meningkatkan tekanan pada tulang belakang bagian torakal (punggung atas), yang berpotensi memicu kelengkungan.
Cleveland Clinic menyarankan menjaga postur duduk tegak dengan bahu rileks, punggung bersandar penuh, dan kaki menapak lantai. Disarankan juga untuk berdiri dan meregangkan tubuh setiap 30–60 menit agar otot punggung tetap lentur dan sirkulasi darah lancar.
Kebiasaan membawa tas hanya di satu bahu yang umum dilakukan oleh pelajar atau pekerja muda dapat menciptakan tekanan tidak merata di tulang belakang. Bahu menjadi tidak sejajar, dan punggung condong ke satu sisi untuk menyeimbangkan beban.
Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa tekanan asimetris seperti ini bisa memperparah kelengkungan tulang yang sudah ada atau memicu skoliosis pada individu dengan struktur tulang belakang yang rentan. Solusinya adalah menggunakan tas punggung dengan dua tali agar beban terbagi rata di kedua bahu. Pilih tas dengan bantalan lembut dan hindari membawa beban melebihi 10–15% dari berat tubuh.
Istilah 'text neck' kini semakin dikenal di dunia medis, menggambarkan kondisi di mana otot leher dan punggung bagian atas tegang akibat posisi menunduk terus-menerus saat melihat layar ponsel. Kebiasaan ini, menurut penelitian di PubMed Central, dapat menyebabkan postur kepala maju (forward head posture) yang menarik tulang belakang keluar dari garis sejajar.
Jika berlangsung dalam waktu lama, tekanan ini dapat berkembang menjadi kelengkungan ringan pada tulang belakang, terutama di area leher dan punggung atas. Cara paling sederhana untuk mencegahnya adalah mengangkat ponsel sejajar dengan mata, menjaga jarak pandang sekitar 30–40 cm dari wajah, serta rutin melakukan peregangan leher dan bahu setiap beberapa jam.
Selain memperbaiki kebiasaan di atas, para ahli ortopedi dari Cleveland Clinic dan Johns Hopkins Medicine menyarankan beberapa langkah pencegahan tambahan:
Aktif bergerak setiap hari, seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga, untuk menjaga kelenturan tulang belakang.
Gunakan kursi ergonomis dengan sandaran punggung yang baik saat bekerja atau belajar.
Periksa postur tubuh secara berkala, terutama pada anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Jika terlihat tanda-tanda seperti bahu tidak sejajar, salah satu sisi pinggul lebih tinggi, atau pakaian tampak miring di tubuh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter ortopedi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dini dapat mencegah kelengkungan bertambah parah.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
