Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2026, 17.57 WIB

Cari Sarapan Enak di Bandung? Ini 6 Tempat Makan Pagi yang Selalu Penuh di Hari Libur

 

Ilustrasi bubur ayam Gibbas, Bandung. (Novi Sylvia/Google Maps)

JawaPos.com - Libur Tahun Baru di Bandung selalu punya pola yang sama: udara pagi masih dingin, jalanan mulai ramai sejak matahari terbit, dan satu pertanyaan klasik muncul di kepala para pelancong, sarapan enak di mana, ya?

Bandung memang tak pernah kehabisan tempat makan, tapi urusan sarapan sering kali jadi tantangan tersendiri. Banyak tempat legendaris yang justru cepat habis sebelum jam 9 pagi.

Antrean panjang, bangku penuh, dan aroma makanan yang menggoda jadi pemandangan umum, terutama saat musim liburan.

Kalau kamu sedang menghabiskan libur Tahun Baru di Kota Kembang dan ingin memulai hari dengan perut bahagia, enam tempat sarapan ini bisa jadi rujukan.

Bukan cuma soal rasa, tapi juga suasana, cerita, dan pengalaman khas Bandung yang bikin orang rela datang pagi-pagi. Berikut JawaPos.com buatkan rangkumannya.

1. Kopi Saring Sinar Pagi, Antrean Pagi Rasa Pontianak

Pagi hari di kawasan Cihapit sering kali dimulai dengan satu pemandangan khas: antrean panjang di sebuah kedai sederhana bernama Kopi Saring Sinar Pagi. Tempat ini bukan sekadar kedai kopi, melainkan 'ritual pagi' bagi banyak orang.

Menu yang ditawarkan bernuansa Pontianak, dengan kopi saring hitam pekat sebagai bintang utama.

Aromanya kuat, rasanya tegas, cocok buat kamu yang butuh 'tamparan' sebelum mulai jalan-jalan. Pasangannya? Roti srikaya legit dan nasi telur Pontianak yang sederhana tapi bikin nagih.

Saat libur Tahun Baru, tempat ini hampir tak pernah sepi. Datang terlalu siang, siap-siap kehabisan.

Alamatnya: Area Legenda Tiga Ayam, Jl. Lombok No.30, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

2. Warung Kopi Imah Babaturan, Sarapan Rasa Rumah Sendiri

Kalau kamu rindu sarapan rumahan di tengah hiruk-pikuk kota wisata, Warung Kopi Imah Babaturan bisa jadi pelarian yang pas.

Begitu masuk, suasana tempo dulu langsung terasa, dari bangunan, perabotan, sampai cara penyajian makanan di atas daun pisang.

Menu sarapan di sini tak neko-neko, tapi justru itu yang bikin para pelanggan datang lagi dan lagi.

Lontong sayur dengan kuah gurih, nasi cumi cabe ijo yang pedasnya bersahabat, sampai kopi tubruk hangat yang menemani obrolan pagi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore