
Ilustrasi kebiasaan halu yang membuat kamu terlihat kurang nyambung menurut psikologi (Geediitng)
JawaPos.Com - Setiap orang memiliki kebiasaan kecil yang tanpa disadari bisa membuatnya tampak kurang nyambung atau terlepas dari realitas di sekitarnya.
Mungkin hal itu terlihat sepele seperti cara berkomunikasi, penggunaan teknologi, atau cara menanggapi perubahan, tapi semua bisa memberi kesan bahwa seseorang “tidak mengikuti zaman.”
Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut justru membuat mereka terlihat kurang relevan.
Padahal, kesadaran kecil terhadap hal ini bisa membantu kita tampil lebih terbuka, adaptif, dan mudah terhubung dengan orang lain.
Dilansir dari laman Global English Editing, Senin (13/10), berikut delapan kebiasaan halus yang bisa membuat seseorang tampak kurang nyambung tanpa disadarinya, menurut tulisan Isabella Chase.
Masih menggunakan ponsel lipat atau mencetak email untuk dibaca? Bisa jadi itu sinyal bahwa kamu belum mengikuti perkembangan teknologi.
Meski tidak perlu menjadi ahli IT, penting untuk mengetahui dasar teknologi modern agar tetap relevan di dunia yang terus berubah.
Keterbukaan pada hal baru menandakan kamu fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan zaman.
Zaman kini menuntut komunikasi yang cepat dan dinamis. Jika kamu masih mengandalkan email untuk semua hal sementara rekanmu aktif di Slack, Teams, atau WhatsApp Work, kamu bisa tampak ketinggalan.
Mencoba memahami platform baru bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal adaptasi terhadap cara kerja generasi saat ini.
Tidak tahu film atau serial Netflix yang sedang viral? Atau belum dengar lagu yang ramai di TikTok? Hal itu bisa membuatmu tampak “asing” dalam percakapan sosial.
Memahami budaya populer membantu kita terhubung dengan orang lain secara emosional dan sosial, bahkan memperkuat hubungan di tempat kerja maupun lingkungan sosial.
Sering berkata, “Zaman dulu lebih baik”? Meski nostalgia itu wajar, terlalu terikat pada masa lalu bisa menciptakan kesan tidak fleksibel.
Dunia terus berubah — dari cara bekerja, berpikir, hingga berinteraksi. Orang yang terbuka terhadap perubahan biasanya lebih dihargai karena mampu beradaptasi dan berkembang bersama waktu.
Mengabaikan pandangan yang berbeda bisa memberi kesan bahwa kamu kurang peka terhadap keberagaman.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
