
seseorang yang menggunakan ponsel dengan egois. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)
JawaPos.com - Di era ketika ponsel hampir menjadi “perpanjangan tangan”, cara seseorang menggunakannya sering kali mencerminkan pola pikir dan sifat kepribadiannya. Psikologi modern menunjukkan bahwa kebiasaan kecil—yang terkadang kita anggap sepele—bisa menjadi indikator halus dari bagaimana seseorang memperlakukan dunia, orang lain, bahkan hubungan sosial di sekitarnya.
Yang menarik, sejumlah peneliti menemukan bahwa perilaku tertentu saat menggunakan ponsel kerap muncul pada individu dengan kecenderungan kepribadian egois, atau dalam istilah psikologi disebut ego-centrism. Ini bukan berarti seseorang jahat atau anti-sosial, tapi lebih kepada pola pikir yang lebih berfokus pada diri sendiri, kenyamanan pribadi, dan kurangnya sensitivitas terhadap orang lain.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (12/12), terdapat delapan kebiasaan menggunakan ponsel yang sering menjadi sinyal halus dari kepribadian yang sangat egois.
1. Selalu Membalas Chat Instan, Tapi Mengabaikan Saat Tidak Membutuhkan Anda
Orang yang sangat egois umumnya memperlakukan komunikasi sebagai alat, bukan hubungan. Mereka akan membalas dengan cepat jika sedang membutuhkan sesuatu—informasi, bantuan, validasi. Tetapi ketika percakapan tidak memberi manfaat langsung, mereka tiba-tiba menghilang.
Ini adalah pola klasik: hadir saat ingin sesuatu, menghilang saat tidak.
2. Sering Memotong Percakapan Nyata untuk Mengecek Ponsel
Jika seseorang berhenti mendengarkan Anda hanya karena pemberitahuan kecil di layar ponselnya, itu menunjukkan prioritas yang jelas: perhatiannya lebih penting dari kehadiran Anda.
Psikologi menyebut ini sebagai self-prioritizing behavior, yaitu kecenderungan mengutamakan kenyamanan pribadi meski mengganggu hubungan sosial.
3. Mengunggah Segala Hal untuk Mendapat Validasi
Tidak semua orang yang rajin mengunggah hidupnya egois. Tetapi individu yang ego-sentris cenderung menggunakan ponsel sebagai panggung. Mereka ingin menunjukkan bahwa hidupnya paling seru, paling menarik, paling layak diperhatikan.
Motivasi utamanya: pengakuan dan perhatian, bukan berbagi momen.
4. Tidak Mengangkat Telepon atau Membalas Pesan Jika Tidak Sedang “Mood”
Perilaku ini terlihat sepele, tetapi dalam psikologi, ini sering menjadi tanda bahwa seseorang mengutamakan dirinya sendiri secara ekstrem. Mereka hanya akan menanggapi ketika menguntungkan atau menyenangkan.
Sisi emosional orang lain diabaikan, karena fokusnya hanya pada kenyamanan pribadi.
5. Menggunakan Ponsel di Area Larangan Demi Kepentingan Pribadi
Contohnya: tetap bermain ponsel di bioskop, rapat, ruang kelas, atau tempat ibadah.
Ketika kenyamanan pribadi dianggap lebih penting daripada kenyamanan banyak orang, ini menunjukkan kecenderungan egois yang kuat—bahkan jika orang tersebut tidak menyadarinya.
6. Selalu Mengambil Angle Terbaik untuk Diri Sendiri dalam Foto Grup
Foto grup adalah momen kebersamaan, tetapi orang yang egois menjadikannya kompetisi visual.
Jika mereka memaksa ulang berkali-kali hanya karena wajahnya kurang bagus, atau mengatur posisi orang lain demi fotonya sendiri, ini adalah tanda jelas bahwa citra pribadi adalah prioritas utama.
7. Posting Chat Pribadi Tanpa Izin dari Pihak Lain
Ini menunjukkan dua hal: Ketidakpedulian pada privasi orang lain. Kebutuhan kuat untuk memamerkan sesuatu demi citra diri.
Dalam psikologi, perilaku ini sangat dekat dengan pola self-serving, yaitu kecenderungan memanfaatkan apa pun demi keuntungan pribadi.
8. Menggunakan Ponsel Saat Berkendara dan Menyalahkan Lingkungan Jika Ada Masalah
Perilaku ini bukan hanya egois—tetapi juga membahayakan. Individu seperti ini merasa bahwa fokus pada ponsel lebih penting daripada keselamatan orang lain di jalan, dan ketika terjadi masalah, mereka sering menyalahkan orang lain atau situasi.
Ini adalah bentuk jelas dari egocentric risk-taking.
Kesimpulan: Kepribadian Egois Sering Muncul dari Kebiasaan Kecil
Kedelapan kebiasaan ini bukan tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana seseorang menempatkan dirinya dalam dunia sosial. Ponsel hanyalah alat—yang membocorkan pola kepribadian seseorang tanpa mereka sadari.
Jika Anda melihat beberapa kebiasaan ini pada diri sendiri, itu bukan alasan untuk menyalahkan diri. Sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk: meningkatkan empati, memperbaiki cara Anda berinteraksi, dan lebih sadar bahwa kehadiran orang di sekitar sama pentingnya dengan notifikasi di layar.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
