Ilustrasi menu sarapan lengkap (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Banyak orang memulai hari dengan mood yang berantakan karena terburu-buru. Biasanya diawali dengan bangun kesiangan kemudian langsung bersiap untuk berangkat kerja atau sekolah, dan dipastikan melewatkan satu hal penting: sarapan. Padahal, setelah berpuasa semalaman tubuh membutuhkan 'bahan bakar' yang cukup untuk mengembalikan energi yang hilang dan mempersiapkan diri menghadapi aktivitas sepanjang hari, dan sarapan menjadi momen penting dari 'pengisian' bahan bakar tersebut.
Sayangnya, kebiasaan melewatkan sarapan masih sering dianggap sepele bahkan lumrah demi menghemat waktu. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa manfaat sarapan jauh lebih besar dari sekadar rutinitas pagi.
Melansir dari Health Partners Group, sarapan membantu 'menyalakan' kembali metabolisme tubuh setelah istirahat malam yang panjang. Tanpa asupan makanan di pagi hari, tubuh cenderung merasa lemas karena kekurangan energi. Sarapan yang mengandung karbohidrat, protein, dan serat membantu menyediakan energi bertahap bagi otot dan otak sehingga tubuh siap menjalani aktivitas sepanjang pagi.
Kebiasaan sarapan juga berkaitan dengan pola makan yang lebih sehat. Orang yang rutin sarapan cenderung lebih mampu mengontrol nafsu makan dan tidak mudah tergoda untuk mengonsumsi camilan tinggi gula atau lemak di siang hari. Sehingga, asupan yang masuk ke dalam tubuh jauh lebih teratur dan bergizi lengkap.
Manfaat Sarapan Sebelum Memulai Hari
1. Mendukung Fokus, Konsentrasi, dan Produktivitas
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sarapan pagi dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif, terutama pada anak-anak dan remaja. Kebiasaan sarapan dikaitkan dengan kemampuan mengingat yang lebih baik, konsentrasi yang meningkat, serta keterampilan pemecahan masalah yang lebih optimal. Bagi orang dewasa, sarapan juga berperan penting dalam menjaga fokus dan produktivitas saat menjalani aktivitas kerja sehari-hari.
Sementara itu, dilansir dari Alodokter, kebiasaan sarapan pagi dapat membantu seseorang menjadi lebih fokus dan produktif, baik di lingkungan kerja maupun sekolah, karena tubuh sudah mendapatkan asupan energi sejak awal hari. Sebaliknya, melewatkan sarapan berisiko menurunkan daya pikir dan membuat tubuh lebih cepat merasa lelah. Selain itu, sarapan sehat yang dilakukan secara rutin pada anak-anak juga membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, menjaga berat badan tetap ideal, meningkatkan konsentrasi, serta membuat anak lebih jarang absen di sekolah.
2. Membantu Menjaga Berat Badan
Banyak orang melewatkan sarapan dengan harapan bisa menurunkan berat badan. Padahal, kebiasaan ini justru bisa berdampak sebaliknya. Tidak sarapan dapat memicu rasa lapar berlebihan di siang hari, yang berujung pada makan dalam porsi besar atau memilih makanan tinggi kalori.
Sebaliknya, sarapan yang seimbang membantu mengontrol rasa lapar, menjaga metabolisme tetap stabil, serta mendukung pengaturan berat badan yang lebih sehat dalam jangka panjang terutama lewat kontrol diri di siang hari.
3. Membantu Menjaga Mood Seharian
Sarapan pagi tidak hanya bermanfaat untuk energi fisik, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan emosional. Melewatkan sarapan dapat memicu perubahan suasana hati, seperti mudah merasa kesal atau lebih sensitif. Dengan mengonsumsi makanan di pagi hari, kadar gula darah menjadi lebih stabil sehingga tubuh dan pikiran dapat merespons aktivitas dengan lebih tenang. Kondisi ini membantu menurunkan rasa stres dan menciptakan perasaan sejahtera sepanjang hari.
Sementara itu, perasaan mudah marah atau cepat tersinggung di pagi hari bisa saja dipicu oleh perut yang belum terisi. Oleh karena itu, membiasakan sarapan sejak pagi dianjurkan untuk membantu menjaga suasana hati tetap baik dan mengurangi stres di awal hari. Dengan mood yang lebih stabil, aktivitas pun dapat dijalani dengan lebih nyaman dan optimal.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
