Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Januari 2026, 18.50 WIB

Seni Membangun Batasan yang Sehat: 8 Cara Melindungi Kesehatan Mental Anda Ketika Orang Lain Terlalu Banyak Berbagi Informasi

seseorang yang melindungi kesehatan mental. (Freepik/user15503477) - Image

seseorang yang melindungi kesehatan mental. (Freepik/user15503477)

JawaPos.com - Di era keterbukaan dan media sosial, berbagi cerita terasa seperti hal yang wajar—bahkan sering dianggap sebagai tanda keakraban. Namun, tidak semua cerita yang dibagikan orang lain selalu siap kita terima. Ada kalanya kita merasa lelah, terbebani, atau bahkan terganggu ketika seseorang terus-menerus melimpahkan masalah, trauma, atau detail pribadi tanpa mempertimbangkan kondisi mental kita.

Psikologi menyebut fenomena ini sebagai emotional dumping—saat seseorang menumpahkan emosi tanpa adanya ruang timbal balik atau persetujuan emosional dari pendengar. Jika dibiarkan, hal ini dapat menggerus kesehatan mental secara perlahan. Di sinilah seni membangun batasan yang sehat menjadi keterampilan hidup yang sangat penting.

Dilansir dari Geediting, terdapat delapan cara psikologis yang efektif untuk melindungi diri Anda tanpa harus menjadi orang yang dingin atau tidak peduli.

1. Sadari Bahwa Anda Tidak Wajib Menjadi “Tempat Sampah Emosi”

Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi pendengar yang baik berarti harus selalu tersedia, kapan pun dan untuk siapa pun. Padahal, psikologi menegaskan bahwa empati tidak sama dengan pengorbanan diri.

Menyadari bahwa Anda boleh menolak mendengarkan ketika tidak siap adalah langkah awal membangun batasan. Kelelahan emosional bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa sistem psikologis Anda sedang bekerja melindungi diri.

2. Dengarkan Tubuh Anda Sebelum Mendengarkan Orang Lain

Tubuh sering kali memberi peringatan lebih cepat daripada pikiran. Ketika seseorang mulai terlalu banyak berbagi, perhatikan tanda-tanda seperti:

kepala terasa berat,

dada sesak,

emosi mudah tersulut,

atau keinginan kuat untuk menghindar.

Dalam psikologi somatik, respons tubuh ini adalah indikator bahwa batasan Anda sedang dilanggar. Menghormati sinyal tersebut adalah bentuk perawatan diri yang sehat.

3. Gunakan Bahasa Netral untuk Menghentikan Percakapan

Menetapkan batasan tidak harus kasar atau konfrontatif. Justru, batasan yang sehat sering kali disampaikan dengan nada tenang dan bahasa netral, misalnya:

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore