Deeptalk atau diskusi mendalam adalah salah satu romantisme yang ditinggalkan oleh pasangan lama dengan usia pernikahan 30 tahun lebih (freepik)
JawaPos.com – Banyak pasangan pengantin baru mengira romansa harus selalu penuh kejutan, obrolan panjang setiap malam dan kebersamaan tanpa jeda.
Namun, pasangan yang telah menikah lebih dari 30 tahun justru menunjukkan romantisme ala awal hubungan, mereka belajar melepaskan kebiasaan tertentu demi hubungan yang lebih stabil dan tahan lama.
Uniknya sebuah penelitian psikologi hubungan menunjukkan bahwa pernikahan panjang bertahan bukan karena romansa besar melainkan karena kebijaksanaan emosional yang tumbuh perlahan.
Dilansir dari laman The Expert Editor, Minggu (8/2) berikut beberapa hal romantis yang justru ditinggalkan oleh pasangan lama dengan usia pernikahan 30 tahun lebih :
Di awal pernikahan, banyak orang menganggap pasangan seharusnya tahu apa yang kita rasakan tanpa perlu dijelaskan. Namun pasangan yang telah menikah puluhan tahun justru belajar bahwa harapan semacam ini justru memicu kekecewaan.
Riset dalam Journal of Marriage and Family menunjukkan bahwa komunikasi eksplisit yaitu menyampaikan secara langsung dan tegas jauh lebih berpengaruh pada kepuasan pernikahan dibanding membaca pikiran.
Dalam praktik sehari-hari, pasangan lama lebi memilih berkata jujur seperti “aku butuh ditemani” daripada berharap pasangannya peka sendiri.
Baca Juga: Ramalan Shio Naga Besok Senin, 9 Februari 2026: Ide, Keuangan, Karier, Kehidupan Pribadi, Pesan
Pasangan baru sering terjebak menghitung kontribusi misalnya siapa yang lebih banyak mencuci piring, siapa lebih banyak berkorban. Pasangan yang matang secara emosional berhenti menghitung skor.
Penelitian dari Personal Relationships Journal menunjukkan bahwa hubungan berbasis perhitungan meningkatkan konflik.
Dalam kehidupan nyata, pasangan lama memahami bahwa ada hari dimana satu pihak memberi lebih dan hari lain menerima lebih tanpa perlu dicatat.
Di awal pernikahan, pasangan sering ingin menjadi sahabat, tempat curhat, penyemangat sekaligus sumber kebahagiaan utama satu sama lain. Namun seiring waktu, ini justru menjadi beban emosional.
Studi dalam Journal of Social and Personal Relationships menegaskan bahwa ketergantungan emosional berlebihan meningkatkan kelelahan relasi. Intinya pasangan yang langgeng membiarkan satu sama lain memiliki dunia sendiri mulai teman,hobi, dan ruang pribadi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
