Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Februari 2026, 21.26 WIB

Pernikahan 30 Tahun Lebih : 6 Hal “Romantis” yang Justru Ditinggalkan Pasangan Lama

Deeptalk atau diskusi mendalam adalah salah satu romantisme yang ditinggalkan oleh pasangan lama dengan usia pernikahan 30 tahun lebih (freepik)

JawaPos.com – Banyak pasangan pengantin baru mengira romansa harus selalu penuh kejutan, obrolan panjang setiap malam dan kebersamaan tanpa jeda.

Namun, pasangan yang telah menikah lebih dari 30 tahun justru menunjukkan romantisme ala awal hubungan, mereka belajar melepaskan kebiasaan tertentu demi hubungan yang lebih stabil dan tahan lama.

Uniknya sebuah penelitian psikologi hubungan menunjukkan bahwa pernikahan panjang bertahan bukan karena romansa besar melainkan karena kebijaksanaan emosional yang tumbuh perlahan.

Dilansir dari laman The Expert Editor, Minggu (8/2) berikut beberapa hal romantis yang justru ditinggalkan oleh pasangan lama dengan usia pernikahan 30 tahun lebih :

  1. Berharap pasangan bisa membaca pikiran

Di awal pernikahan, banyak orang menganggap pasangan seharusnya tahu apa yang kita rasakan tanpa perlu dijelaskan. Namun pasangan yang telah menikah puluhan tahun justru belajar bahwa harapan semacam ini justru memicu kekecewaan.

Riset dalam Journal of Marriage and Family menunjukkan bahwa komunikasi eksplisit yaitu menyampaikan secara langsung dan tegas jauh lebih berpengaruh pada kepuasan pernikahan dibanding membaca pikiran.

Dalam praktik sehari-hari, pasangan lama lebi memilih berkata jujur seperti “aku butuh ditemani” daripada berharap pasangannya peka sendiri.

  1. Mencatat siapa yang melakukan apa

Pasangan baru sering terjebak menghitung kontribusi misalnya siapa yang lebih banyak mencuci piring, siapa lebih banyak berkorban. Pasangan yang matang secara emosional berhenti menghitung skor.

Penelitian dari Personal Relationships Journal menunjukkan bahwa hubungan berbasis perhitungan meningkatkan konflik.

Dalam kehidupan nyata, pasangan lama memahami bahwa ada hari dimana satu pihak memberi lebih dan hari lain menerima lebih tanpa perlu dicatat.

  1. Berusaha menjadi segalanya bagi pasangan

Di awal pernikahan, pasangan sering ingin menjadi sahabat, tempat curhat, penyemangat sekaligus sumber kebahagiaan utama satu sama lain. Namun seiring waktu, ini justru menjadi beban emosional.

Studi dalam Journal of Social and Personal Relationships menegaskan bahwa ketergantungan emosional berlebihan meningkatkan kelelahan relasi. Intinya pasangan yang langgeng membiarkan satu sama lain memiliki dunia sendiri mulai teman,hobi, dan ruang pribadi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore