Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 03.40 WIB

Jakarta Philharmonic Orchestra Gelar Konser Satoe Indonesia, Dimeriahkan 54 Musisi

Jakarta Philharmonic Orchestra menggelar pertunjukan musik Satoe Indonesia di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. (istimewa) - Image

Jakarta Philharmonic Orchestra menggelar pertunjukan musik Satoe Indonesia di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. (istimewa)

JawaPos.com - Dalam momentum Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Nasional, sebuah konser orkestra dengan mengusung tajuk “Satoe Indonesia” digelar di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Sabtu (8/11).

Konser yang digelar oleh Jakarta Philharmonic Orchestra bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam lamanya. Melibatkan sekitar 54 musisi, 28 paduan suara, 5 penyanyi, dan 1 grup band. Pertunjukan ini digelar di bawah arahan conductor Aminoto Kosin.

Ada banyak lagu dibawakan dalam konser Satoe Indonesia karya WR Supratman, Mochtar Embut, Ibu Soed, Ismail Marzuki, Alfred Simanjuntak, Titiek Puspa, Koes Plus, Guruh Soekarno Putra, Syaiful Bahri, Bing Slamet, dan Gombloh ditampilan oleh Aimee Saras, Endah Laras, Gabriel Harvianto, Galabby Thahira, Lea Simanjuntak dan /Rif. 

Konser ini menghadirkan narasi kepemudaan dan perjuangan kemerdekaan dalam rentang sejarah panjang terkait peran pemuda. Malai dari pergolakan sumpah pemuda, perjuangan kemerdekaan, sampai tantangan yang dihadapi para pemuda hari ini.

Selain itu, konser “Satoe Indonesia” juga memiliki pesan penting untuk mengingatkan semua anak bangsa untuk senantiasa mencintai Indonesia.

“Bagi Jakarta Philharmonic Orchestra, ini adalah sebuah kebanggaan sekaligus tantangan karena kami mengemban branding Jakarta dalam nama orkestra kami.  Dari sini, dalam kegiatan kami, rangkaian lagu-lagu Jakarta atau Betawi akan menjadi aransemen pembuka di setiap pagelaran," kata Aminoto Kosin selaku music director sekaligus conductor.

"Visi kami adalah menjadikan lagu lagu Jakarta menjadi lagu dunia dan dimainkan oleh orkestra dunia, serta Jakarta menjadi salah satu panggung orkestra di dunia,” imbuhnya

Jakarta Philharmonic Orchestra (JPO) merupakan kelompok musik orkestra di Jakarta yang memiliki sejarah panjang dari masa ke masa. JPO sudah ada sejak 1904 lewat Batavian Staff Orchestra.

Pada 1912 berevolusi menjadi Bataviasche Philharmonic Orchestra, lalu berganti nama menjadi Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschappij (NIROM) Orchestra, sebuah grup orkes di era radio Hindia Belanda tahun 1934. 

Pasca kemerdekaan, NIROM Orchestra menjadi Orkes Radio Djakarta, dan dilebur dengan Orkes Studio Djakarta menjadi Orkes Simfoni Jakarta pada tahun 1968. Pada tahun 1999, dibuat keputusan diganti nama menjadi Jakarta Philharmonic Orchestra. 

Kepala Dinas kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary mengungkapkan, Jakarta Philharmonic Orchestra pada tahun ini menjadi bagian dari kegiatan Geber (Gerak Bersama) Budaya Jakarta. Sebuah upaya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengapresiasi karya seni budaya, baik tradisional maupun modern. 

“Dinas Kebudayaan sebagai pengampu kegiatan kebudayaan menggarisbawahi pentingnya dukungan Pemerintah agar perkembangan dan peningkatan kualitas budaya demi kepentingan kesejahteraan warga kota dan gerak ekonomi berbasis kesenian dan kebudayaan. Seni dan budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas masyarakat," kata Mochamad Miftahulloh Tamary.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore