Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 23.20 WIB

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Serukan Perjuangan Modern: Musuh Kita Kini Bukan Penjajah, Tapi Kemalasan dan Kebodohan

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko berziarah ke makam pahlawan tak dikenal saat peringatan Hari Pahlawan Nasional. (Istimewa) - Image

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko berziarah ke makam pahlawan tak dikenal saat peringatan Hari Pahlawan Nasional. (Istimewa)

JawaPos.com - Masih dalam semarak peringatan Hari Pahlawan 10 November, Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mengajak generasi muda untuk semangat berjuang di era modern. 

“Kalau dulu para pejuang berperang melawan penjajah dengan bambu runcing, sekarang kita berjuang melawan kemalasan, kebodohan, dan sikap acuh. Bentuk perjuangan hari ini melalui kerja nyata," tuturnya, Selasa (11/11).

Bagi politikus yang akrab disapa Cak YeBe itu, semangat arek-arek Suroboyo yang berani melawan penjajah meski hanya bersenjatakan bambu runcing adalah teladan yang harus dihidupkan kembali di era modern

Karena itu, Yona mengajak generasi muda di Kota Surabaya untuk mewarisi keberanian itu dengan semangat “Gas Pol Pantang Kendor” demi mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.

“Arek-arek Suroboyo dulu mampu membuat nyali penjajah ciut, mereka bersatu mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Sekarang, semangat itu harus kita wujudkan lewat kerja keras dan kontribusi nyata bagi negeri,” sambungnya. 

Politikus Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa Surabaya bukan sekadar Kota Pahlawan karena sejarah heroiknya pada pertempuran 10 November 1945, tetapi juga karena karakter warganya yang berjiwa juang tinggi. 

Menurut Yona, nilai keberanian, solidaritas, dan cinta tanah air yang dimiliki arek-arek Suroboyo harus menjadi energi penggerak generasi muda untuk menatap masa depan bangsa dengan penuh optimisme.

"Semangat juang itu harus hidup dalam tindakan kita sehari-hari. Bukan hanya di Hari Pahlawan, tapi di setiap langkah kita membangun bangsa. Api perjuangan para pahlawan harus dihidupkan lagi menuju Indonesia Emas 2024," seru Yona. 

Terakhir, ia menyebut peringatan Hari Pahlawan seyogianya bukan seremoni tahunan saja, tetapi momentum membangkitkan kesadaran kolektif untuk menjaga nilai-nilai perjuangan, melalui kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial.

“Arek Suroboyo tidak kenal menyerah. Keberanian dan cinta tanah air tidak cukup diwariskan lewat cerita, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Yona. (*)

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore