
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Satria menjadi bintang tamu saat podcast Banyak Tanya Jawa Pos Media di Graha Pena, Jakarta, Senin (20/10/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) Hariqo Wibawa Satria menyebut Presiden Prabowo mengalokasikan anggaran besar untuk revitalisasi sekolah. Sebanyak 16.140 sekolah akan direvitalisasi hingga akhir tahun ini.
Ia sekaligus membantah anggapan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto hanya fokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketimbang memperbaiki sekolah rusak.
"Pemerintahan Presiden Prabowo itu menganggarkan Rp16,9 triliun untuk revitalisasi sekolah untuk tahun 2025. Sekarang perbaikan sekolah ini sedang berjalan dan di Desember 2025 nanti diharapkan 16 ribu lebih sekolah sudah direvitalisasi," ujarnya saat mengunjungi redaksi Jawa Pos Media di Jakarta, Senin (20/10).
Untuk tahun 2026, pemerintah bahkan menambah anggaran menjadi Rp 22,5 triliun yang akan difokuskan untuk revitalisasi sekolah hingga madrasah.
Hariqo menegaskan, program perbaikan sekolah yang dijalankan pemerintahan Prabowo–Gibran ini merupakan yang terbesar sepanjang era reformasi.
"Harus kami katakan bahwasanya selama era reformasi, inilah perbaikan sekolah yang terbesar sepanjang era reformasi," tegas Hariqo.
Menjawab pertanyaan mengenai sebaran revitalisasi, Hariqo memastikan bahwa program perbaikan infrastruktur pendidikan dilakukan di 38 provinsi di Indonesia.
Per 20 Oktober 2025, sebanyak 14.071 sekolah di 38 provinsi telah menerima manfaat program revitalisasi atau perbaikan sekolah. Angka ini telah mencapai 98 persen dari target pemerintahan Presiden Prabowo tahun 2025.
Revitalisasi ini mencakup berbagai fasilitas penting. Mulai dari toilet, ruang kelas, perpustakaan, ruang praktik, ruang OSIS, hingga area bermain anak, yang menurutnya berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan kesehatan siswa di sekolah.
"Program revitalisasi sekolah di bawah tanggung jawab Kemendikdasmen yang berangkat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, sekaligus bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat dan dilaksanakan melalui skema swakelola. Karena perlu kita ketahui, sebelum Pak Prabowo menjadi Presiden, sebanyak lebih kurang 40 persen sekolah di Indonesia mengalami rusak ringan, sedang, dan berat," katanya.
Tak hanya pembangunan fisik. Pemerintah juga akan melengkapi sekolah dengan smart TV atau interactive flat panel (IFP) alias smartboard.
Dengan fasilitas itu, diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar melalui pembelajaran interaktif.
"Itu kita menyebutnya IFP. Itu akan dibagikan ke 288 ribu sekolah. Nah ini sekarang dalam proses pembagian. Jadi anak-anak akan belajar lebih ceria, lebih bahagia dengan program ini," jelasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
