Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 03.30 WIB

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan sampai Awal Tahun Depan, Kapolri Minta Jajarannya Waspadai Bencana Alam

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jabar pada Rabu (5/11). (Polri) - Image

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jabar pada Rabu (5/11). (Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah mendapat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait dengan puncak musim hujan. Menurut BMKG musim hujan yang sudah terjadi di beberapa daerah Indonesia akan memuncak hingga awal tahun depan. Karena itu, dia meminta agar seluruh jajarannya mewaspadai potensi terjadinya bencana alam. 

Hal itu ditegaskan oleh Jenderal Sigit saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (5/11). Dia menyatakan bahwa data BMKG mencatat sudah nyaris setengah wilayah Indonesia memasuki musim hujan. Untuk itu persiapan dan kesiapan antisipasi bencana sangat diperlukan.

”Saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dimana puncaknya diperkirakan akan terjadi secara bertahap dari bulan November 2025 hingga Januari 2026,” kata Sigit.

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu mengungkapkan bahwa peningkatan curah hujan berpotensi menimbulkan berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi. Belum lagi fenomena La Nina yang juga sudah disampaikan dan diprediksi oleh BMKG akan meningkatkan intensitas hujan di atas normal.

BMKG juga mendeteksi bahwa bulan November 2025 akan mulai terjadi fenomena La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026,” jelasnya.

Oleh karena itu, Polri bersama seluruh jajaran di berbagai daerah Indonesia melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana. Menurut Sigit, apel tersebut dilaksanakan untuk menekankan perlunya langkah antisipatif dan kesiapan optimal dari seluruh unsur, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, TNI-Polri, serta lembaga terkait lainnya.

”Diperlukan kesiapan yang optimal dari seluruh elemen bangsa, baik dari TNI Polri, pemerintah pusat hingga daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, kementerian lembaga, dan stakeholder terkait, beserta seluruh masyarakat, guna menjamin terlaksananya quick response terhadap setiap situasi bencana,” kata dia.

Lebih lanjut, Jenderal Sigit menyampaikan, sinergi dan mitigasi yang terintegrasi dapat meminimalisir dampak bencana terhadap masyarakat. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menekan risiko munculnya korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum yang akan berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore