Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 November 2025, 16.55 WIB

Orang Tua yang Menerapkan Pola Parenting Helikopter Biasanya Memiliki 7 Perilaku Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi pola parenting helikopter, salah satunya orang tua mengerjakan tugas sekolah anak. (Irish Independent) - Image

Ilustrasi pola parenting helikopter, salah satunya orang tua mengerjakan tugas sekolah anak. (Irish Independent)

JawaPos.com - Pola asuh atau parenting helikopter merupakan gaya pengasuhan orang tua yang proaktif dan selalu terlibat dalam lini kehidupan anak. Pola asuh ini tidak terlalu buruk, namun dapat memiliki dampak di kemudian harinya.

Orang tua yang menerapkan parenting helikopter ini sangat terlibat dalam aktivitas dan tugas anak-anaknya di sekolah. Mereka tidak membiarkan anak mereka merasakan rasa sakit dan kekecewaan, terkadang mereka membantu meraih kesuksesan.

Menurut Michelle M Reynolds PhD, psikolog klinis, ini biasanya disebut dengan orang tua yang terlalu memanjakan anak-anaknya. Mereka sedikit memberikan kebebasan bagi anaknya. Orang tua ini juga suka mengatur secara detail semua aspek kehidupan anak.

Dilansir dari WebMD oleh JawaPos.com, Selasa (19/11/2025) berikut ini 7 perilaku orang tua yang menerapkan parenting helikopter:

1. Melawan perjuangan anak

Anak tidak diberikan kesempatan untuk berjuang sendiri, baik itu dalam kompetisi atau dalam menyelesaikan masalah.

Mereka kerap kali membantu anak dalam hal tersebut. Sehingga, sikap orang tua yang seperti itu membuat anak menjadi pribadi yang tidak mandiri.

2. Orang tua selalu mengerjakan pekerjaan sekolah anak

Saat anak mendapatkan tugas sekolah, orang tua selalu yang mengerjakannya. Padahal membiarkan anak menyelesaikan tugas sekolah secara mandiri dapat meningkatkan keterampilan memecahkan masalah.

3. Menggurui pelatih saat anak melakukan ekskul

Ekskul olahraga dapat melatih anak cara menghadapi konflik, berusaha mencapai tujuan, menjadi leader, dan menghadapi suatu kekalahan.

Namun ketika anak melakukan kesalahan, mereka akan mendatangi guru ekskul mereka untuk menyalahkan guru ekskul tanpa konfirmasi ke anak terlebih dulu.

4. Membereskan tugas anak di rumah

Saat bangun tidur anak tidak ingin membereskan tempat tidurnya sendiri, mereka lebih memilih untuk orang tuanya yang membersihkan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore