Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Khusus atau Satgasus Darurat Jembatan. (Istimewa)
JawaPos.com-Presiden RI Prabowo Subianto memastikan bahwa anggaran besar untuk pendidikan harus sampai dengan layak pada guru, siswa, hingga fasilitas sekolah. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri puncak perayaan Hari Guru Nasional pada Jumat (28/11) lalu.
"Anggaran yang demikian besar kita harus pastikan, harus yakinkan, sampai benar-benar ke ujung sasaran kita, yaitu para guru, para siswa, dan sekolah-sekolah, sarana, gedung-gedung, dan buku-buku," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, Minggu (30/11).
"Semua yang dibutuhkan untuk kualitas pendidikan yang terbaik,” sambung Prabowo.
Ketepatan dalam menyerap anggaran untuk pendidikan itu menurutnya penting. Sebab, keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikannya.
"Dipastikan setiap sekolah, setiap ruang kelas, tidak boleh ada satu desa pun yang tertinggal,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo. Hal itu menurutnya menjadi bentuk kecintaan, kedekatan, dan komitmennya dalam mewujudkan dalam mewujudkan pendidikan sebagai sarana utama membangun kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang bermartabat.
Lebih lanjut, Mu'ti memaparkan capaian besar sektor pendidikan sepanjang 2025 yang selaras dengan kebijakan Presiden, yaitu implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
“Dalam meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah telah melakukan berbagai program yang pada tahun 2024 disampaikan secara langsung oleh Bapak Presiden. Alhamdullilah program-program tersebut sudah kami terjemahkan dan laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ucap Mendikdasmen.
Program-program tersebut meliputi: 1) tunjangan guru non ASN menjadi Rp 2 juta; 2) penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah kepada 1.917.420 guru yang ditransfer langsung; 2) pemenuhan kualifikasi pendidikan S-1/D-4 bagi 12.500 guru dengan sistem RPL dan bantuan pendidikan sebesar Rp 3 juta per semester; 3) serta pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tertentu bagi 808.570 guru.
“Tahun 2026, kami menargetkan 150 ribu guru untuk mendapatkan program yang sama, mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan bantuan pendidikan Rp 3 juta per semester. Artinya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, akan ada sekitar 162.500 guru yang dalam waktu dua tahun mereka mendapatkan gelar S-1/D-4,” tambahnya.
Penguatan kompetensi guru juga dilakukan melalui pelatihan pembelajaran mendalam, coding dan kecerdasan buatan, kepemimpinan kepala sekolah, serta kompetensi guru bahasa Inggris. Selain itu, Kemendikdasmen juga telah melakukan revitalisasi sekolah di 16.175 satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran di 288.865 sekolah. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
