Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 November 2025, 02.36 WIB

Ketum PPP Dorong Investigasi Transparan atas Peristiwa Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Ketum PPP terpilih periode 2025-2030, Muhamad Mardiono, merespons pengesahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan hasil Muktamar X PPP, di kediamannya, Permata Hijau, Jakarta, Kamis (2/10). (Ridwan) - Image

Ketum PPP terpilih periode 2025-2030, Muhamad Mardiono, merespons pengesahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan hasil Muktamar X PPP, di kediamannya, Permata Hijau, Jakarta, Kamis (2/10). (Ridwan)

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas peristiwa ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) siang.

Mardiono mengungkapkan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga besar sekolah tersebut. Ia berharap, para korban yang terluka segera pulih dan diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita semua berduka atas peristiwa ini. Kami dari keluarga besar PPP menyampaikan doa agar para korban diberi kesembuhan dan ketabahan. Ini adalah ujian berat yang semoga bisa segera dilalui bersama dengan kekuatan dan solidaritas,” kata Mardiono kepada wartawan, Sabtu (8/11).

Mardiono menegaskan, PPP mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut. Ia menilai keterbukaan informasi sangat penting agar publik tidak terjebak dalam spekulasi maupun berita bohong.

“Keterbukaan hasil penyelidikan sangat penting untuk mencegah munculnya spekulasi dan kabar palsu yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memperkuat sistem keamanan di sekolah-sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menenteramkan bagi para siswa.

“Anak-anak kita harus belajar dalam lingkungan yang bebas dari rasa takut. Pemerintah perlu mengevaluasi standar keselamatan dan tanggap darurat di satuan pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Mardiono mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjaga suasana kondusif di tengah proses penyelidikan.

“Mari kita jaga ketenangan bersama, bantu mereka yang membutuhkan, dan jangan mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas sumbernya,” imbaunya.

Lebih lanjut, Mardiono menegaskan kembali komitmen PPP dalam memperjuangkan keamanan dan kesejahteraan dunia pendidikan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal ilmu, tapi juga tentang perlindungan dan keselamatan bagi generasi bangsa. Negara harus hadir untuk menjamin itu,” pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore