Curtis Jones. (Dok Liverpool FC)
JawaPos.com – Gelandang Liverpool, Curtis Jones, merasakan kekecewaan mendalam terhadap rekan-rekannya setelah timnya mengalami kekalahan kesembilan dalam 12 laga di semua kompetisi. Kekalahan ini semakin memperburuk situasi pelatih Arne Slot, yang kini harus menghadapi berbagai pertanyaan mengenai masa depannya di klub.
Slot sendiri menegaskan bahwa ia masih mendapatkan dukungan dari manajemen klub dan tidak merasa terancam dengan posisinya di Anfield, meskipun baru saja mengalami kekalahan telak 1-4 dari PSV Eindhoven di Liga Champions. Ini merupakan hasil yang sangat mengecewakan bagi tim yang pernah meraih kesuksesan besar.
Lebih dari sekedar hasil akhir, cara Liverpool kalah juga menjadi sorotan. Ini adalah pertama kalinya dalam 72 tahun, tim asal Merseyside ini menelan tiga kekalahan dengan selisih tiga gol atau lebih dalam satu periode, setelah sebelumnya tumbang 0-3 dari Nottingham Forest dan Manchester City.
"Saya tidak punya jawabannya (terkait kekalahan dari PSV). Sejujurnya, saya tidak tahu. Ini tidak bisa diterima. Saya sudah melewati rasa marah di dalam hati. Saya sudah sampai pada titik di mana saya tidak bisa berkata-kata lagi," ungkap pesepak bola berusia 24 tahun ini dalam wawancara bersama RTE.
"Kami akan berusaha mengembalikan Liverpool ke tempat yang seharusnya, menunjukkan kepada semua orang tentang klub ini dan mengapa orang-orang menyebutnya sebagai tim terbaik di dunia. Namun saat ini, kami sedang berada dalam situasi sulit dan itu perlu diubah," tambahnya.
Tak ada seorang pun penggemar olahraga yang dapat membayangkan bahwa juara bertahan Liga Inggris enam bulan lalu kini harus menghadapi ejekan dari pendukungnya sendiri di Anfield. Namun, itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh pelatih asal Belanda dan para pemainnya saat ini.
Meskipun posisi Slot mungkin belum dalam bahaya langsung, dua pertandingan mendatang melawan West Ham dan Sunderland dalam waktu satu minggu ke depan menjadi sangat krusial untuk dimenangkan oleh Jones dan rekan-rekannya.
