
Franco Mastantuono selebrasi usai mencetak gol perdananya di Liga Champions bersama Real Madrid. (Dok. ESPN)
JawaPos.com - Franco Mastantuono akhirnya menjawab keraguan dengan cara paling meyakinkan. Gelandang serang remaja Real Madrid itu mencetak gol pertamanya di Liga Champions bersama Los Blancos saat membantu timnya melumat AS Monaco dengan skor telak 6-1 di Santiago Bernabéu, Selasa malam waktu setempat.
Gol tersebut menjadi momen penting bagi Mastantuono, yang belakangan kerap menjadi sasaran kritik sejak didatangkan dari River Plate pada musim panas lalu. Pemain berusia 18 tahun itu mengakui tekanan di Real Madrid sangat besar, namun justru membentuk mentalnya menjadi lebih kuat.
"Saya tidak melihat diri saya sebagai Lionel Messi, tapi juga bukan sebagai rekrutan terburuk dalam sejarah Real Madrid," ujar Mastantuono.
"Real Madrid adalah klub yang sangat menuntut, di mana Anda harus selalu memberikan yang terbaik. Saya mendengar kritik itu dan saya tidak melupakannya. Kritik justru membuat saya lebih baik dan lebih kuat. Hari ini saya bisa bermain lebih lepas dan menunjukkan versi diri saya yang ingin dilihat Real Madrid," lanjutnya.
Sejak tiba di Bernabéu, Mastantuono memang langsung menyandang label sebagai salah satu talenta paling menjanjikan asal Argentina. Namun ekspektasi besar itu tak selalu berbanding lurus dengan performa awalnya.
Dalam 20 penampilan bersama Real Madrid di semua kompetisi 12 di antaranya sebagai starter Mastantuono baru mengoleksi tiga gol. Catatan tersebut sempat memicu perdebatan, dengan sebagian pihak menilainya terlalu cepat diberi peran besar.
"Saya tahu versi terbaik saya belum sepenuhnya keluar, dan saya sedang bekerja ke arah itu," katanya.
"Sejak kecil, orang-orang selalu berbicara tentang saya. Kadang mereka bilang saya Messi baru, di waktu lain saya disebut bencana, rekrutan terburuk Real Madrid. Itu semua bagian dari perjalanan," ungkapnya.
Tak hanya berbicara soal dirinya sendiri, Mastantuono juga membela rekan setimnya, Jude Bellingham, yang belakangan menjadi sasaran sorakan sebagian publik Bernabéu. Gelandang timnas Inggris itu memang sempat disoraki dalam dua laga kandang terakhir, di tengah rumor soal sikapnya di luar lapangan.
Menurut Mastantuono, kritik terhadap Bellingham sudah kelewat batas.
"Jude itu pemain yang kuat secara mental, tapi beberapa hal yang dikatakan kepadanya terasa tidak adil," tegas Mastantuono.
"Dia datang ke Valdebebas dari jam 9.30 pagi sampai 6 sore. Dia bekerja tanpa lelah. Tidak adil ketika orang-orang menyerang egonya, karena dia benar-benar profesional," pungkasnya.
Baca Juga: Manchester United Ingin Pertahankan Bruno Fernandes, Negosiasi Digelar Jelang Piala Dunia
Gol ke gawang Monaco bisa menjadi titik balik bagi Mastantuono untuk mengamankan tempatnya di skuad utama Real Madrid. Dengan usia yang masih sangat muda dan mental yang mulai teruji, sang playmaker Argentina perlahan menunjukkan bahwa ia siap menghadapi kerasnya tuntutan di klub terbesar dunia.
Bagi Mastantuono, satu hal kini jelas: kritik bukanlah beban, melainkan bahan bakar untuk berkembang di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
