Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Januari 2026, 20.59 WIB

Candaan Gianni Infantino soal Fans Inggris Tuai Kritik, FSA Soroti Tiket Piala Dunia 2026 Mahal

Presiden FIFA Gianni Infantino. (Istimewa) - Image

Presiden FIFA Gianni Infantino. (Istimewa)

JawaPos.com–Pernyataan Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menuai kontroversi. Kali ini, candaan yang dia lontarkan soal suporter Inggris dinilai tidak pantas dan justru menutupi persoalan utama yang hingga kini belum tuntas, mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026.

Gianni Infantino melontarkan komentar tersebut saat menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Dalam forum tersebut, dia menyinggung penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar dan menyebut bahwa untuk pertama kalinya tidak ada warga negara Inggris yang ditangkap selama turnamen berlangsung.

Menurut Gianni Infantino, fakta tersebut merupakan sesuatu yang sangat spesial dan layak mendapat perhatian. Namun, pernyataan itu justru memicu respons keras dari Football Supporters Association (FSA), organisasi yang mewakili kepentingan suporter sepak bola Inggris.

FSA menilai komentar Infantino sebagai candaan murahan yang tidak perlu. Mereka menegaskan bahwa alih-alih melontarkan lelucon, Presiden FIFA seharusnya fokus pada upaya membuat tiket Piala Dunia lebih terjangkau bagi para penggemar. 

“Daripada membuat candaan soal fans, perhatian seharusnya diarahkan pada harga tiket yang semakin tidak masuk akal,” demikian pernyataan FSA dikutip dari BBC.Com

Isu harga tiket memang menjadi sorotan utama jelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. 

Sejumlah kelompok suporter menilai kebijakan harga yang ditetapkan FIFA terlalu tinggi dan berpotensi membatasi akses penonton dari kalangan menengah ke bawah. 

Harga tiket fase grup dilaporkan bisa mencapai tiga kali lipat dibanding Piala Dunia 2022. Bahkan, tiket termurah untuk pertandingan final di New Jersey dipatok lebih dari 3.000 poundsterling. Angka tersebut dinilai jauh dari kata ramah bagi sebagian besar penggemar sepak bola.

Menanggapi kritik tersebut, Infantino kembali membela kebijakan FIFA. Dia mengakui bahwa harga tiket memang tidak murah, namun menyebut tingginya harga sejalan dengan besarnya permintaan dari berbagai negara.

Dia juga mengatakan bahwa FIFA telah menerima banyak kritik, terutama dari Jerman dan Inggris. Meski begitu, Infantino menegaskan bahwa permintaan tiket tetap tinggi, dengan Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris menjadi tiga negara dengan permintaan terbanyak.

“Semua orang ingin datang dan menjadi bagian dari Piala Dunia,” ujar dia.

Infantino bahkan optimistis seluruh pertandingan akan terjual habis. Namun FIFA belum merinci data permintaan tiket berdasar kategori harga.

Sebagai respons atas kritik publik, FIFA sebelumnya memperkenalkan sejumlah tiket dengan harga lebih terjangkau, sekitar 60 dolar AS, untuk seluruh pertandingan Piala Dunia 2026. 

Namun, jumlah tiket murah tersebut sangat terbatas dan dinilai belum cukup menjawab keluhan utama para suporter. Di luar persoalan tiket, Infantino juga menyinggung sejumlah tantangan lain jelang Piala Dunia 2026, termasuk isu visa, kebijakan imigrasi Amerika Serikat, serta ketegangan politik global. Meski demikian, dia tetap optimistis turnamen tersebut akan berjalan lancar. 

Infantino menyebut Piala Dunia 2026 sebagai perayaan terbesar umat manusia dan yakin sepak bola mampu menyatukan berbagai bangsa, terlepas dari perbedaan latar belakang politik maupun sosial. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore