
Arda Guler menunjukkan kemarahan saat ditarik keluar dalam laga Real Madrid vs Benfica di Liga Champions. (ig @ardagulersupport)
JawaPos.com-Kekalahan Real Madrid dari Benfica pada liga Champions di Estadio da Luz tak hanya menyisakan masalah soal hasil, tetapi juga memunculkan drama di pinggir lapangan. Arda Guler menjadi sorotan setelah menunjukkan reaksi emosional saat digantikan Brahim Diaz di menit-menit akhir pertandingan.
Melansir Defensa Central, keputusan pergantian pemain itu diambil Arbeloa demi mengejar hasil imbang lawan Benfica. Hasil imbang dibutuhkan Real Madrid untuk mengamankan posisi di delapan besar liga Champions.
Namun, reaksi gelandang asal Turki tersebut justru mencuri perhatian. “Selalu aku!” teriak Arda Güler saat meninggalkan lapangan.
Ekspresi frustrasi dan gesturnya mengarah ke bangku cadangan, memperlihatkan bahwa dia sama sekali tidak menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Adegan Arda Guler yang marah mengingatkan publik pada insiden lain yang pernah terjadi di Real Madrid, ketika seorang pemain menunjukkan ketidakpuasan serupa dalam laga besar.
Momen seperti ini dinilai berpotensi memicu kontroversi yang tidak perlu, terutama di fase krusial kompetisi. Kali ini, Arbeloa dihadapkan pada tugas penting: menjaga wibawa dan ketertiban ruang ganti.
Situasi semacam ini tidak boleh dibiarkan berkembang. Pelatih harus menegaskan keputusan teknis di lapangan bukan untuk diperdebatkan secara terbuka.
Kehadiran Arda Guler sebagai starter di Lisbon menjadi kejutan. Banyak pihak memperkirakan opsi lain akan dipilih sejak awal, mengingat performa solid pemain alternatif dalam laga-laga sebelumnya. Meski demikian, Arda tidak tampil buruk.
Namun di menit-menit akhir, kebutuhan Real Madrid berubah. Arbeloa menginginkan dorongan ekstra, kesegaran, dan kemampuan membongkar pertahanan lawan, atribut yang dianggap bisa diberikan Brahim Diaz. Dari sisi taktik, keputusan itu dinilai masuk akal.
Tak ada yang meragukan potensi Arda Guler. Dia dipandang sebagai pemain penting untuk musim ini dan masa depan Real Madrid. Arbeloa sendiri telah menegaskan keyakinannya terhadap sang pemain muda jauh sebelum laga di Lisbon.
“Arda adalah pemain muda dengan potensi, bakat, visi, umpan akhir yang hebat, dan pergantian permainan yang luar biasa... Kita perlu memaksimalkan potensinya. Dia masih bisa berkembang; dia masih muda, tetapi dia bekerja sangat keras,” ujar mantan bek Real Madrid tersebut.
“Dia banyak membantu kami, dan kami ingin memanfaatkan bakatnya. Dia perlu terus berkembang dalam setiap aspek permainannya, dan saya yakin bahwa dengan waktu dan pengalaman, dia akan menjadi sangat penting di tingkat global, jika dia belum menjadi seperti itu,” ujar Arbeloa.
Kata-kata itu terbukti lewat kepercayaan yang diberikan dengan posisi starter. Namun, kepercayaan juga harus dibarengi kedewasaan. Perilaku emosional di lapangan menjadi hal yang perlu segera dibenahi.
Dari sudut pandang teknis, penilaian kritis juga datang dari meja komentator. Carlos Martinez mencatat bahwa Arda Guler tidak mampu mempertahankan pengaruhnya di babak kedua.
“Arda Guler menghilang di babak kedua, dan itulah mengapa Real Madrid kehilangan kendali,” ujar dia dalam siaran pertandingan.
Pendapat ini sejalan dengan keputusan Arbeloa yang akhirnya menarik sang gelandang keluar. Di internal klub, kepercayaan terhadap Arda tetap tinggi. Perkembangannya dibandingkan musim lalu dinilai signifikan. Namun, ekspektasi juga ikut meningkat baik dari segi performa maupun sikap.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
