Kekalahan Real Madrid dari Benfica berdampak langsung pada rencana kebugaran Antonio Pintus, memaksa klub menata ulang strategi fisik jelang jadwal padat babak play-off Liga Champions.
JawaPos.com - Kekalahan Real Madrid dari Benfica di Estadio da Luz ternyata membawa dampak yang lebih luas dari sekadar hasil di papan skor.
Salah satu yang paling terdampak adalah Antonio Pintus, pelatih kebugaran Los Blancos, yang harus memutar ulang rencana kerja yang sebelumnya sudah disusun rapi untuk fase krusial musim ini.
Melansir Defensa Central, di internal klub, tak ada yang benar-benar memperkirakan Real Madrid harus melewati babak play-off demi mencapai babak 16 besar Liga Champions.
Target awalnya jelas: finis di delapan besar dan mengamankan jadwal yang lebih bersahabat. Namun, kekalahan di Lisbon memaksa Merengues menambah dua pertandingan penting ke kalender mereka—sebuah pukulan telak yang mengubah banyak perhitungan.
Sumber internal Valdebebas sebelumnya memperkirakan Februari akan relatif ringan, dengan hanya satu pertandingan per pekan. Situasi itu ideal untuk memulihkan kondisi fisik pemain sebelum memasuki fase akhir musim.
Kini, Antonio Pintus harus menyesuaikan ulang semua rencana tersebut, dari intensitas latihan hingga manajemen kebugaran pemain kunci.
Masalah ini menjadi semakin krusial karena laga melawan Benfica memperlihatkan fakta yang mengkhawatirkan: beberapa pemain Real Madrid tidak berada dalam kondisi fisik terbaik. Intensitas tinggi yang diperagakan tim asuhan Mourinho terbukti sulit diimbangi.
Real Madrid tampak tertinggal dalam duel-duel penting dan tempo permainan. Bukan semata soal sikap, melainkan indikasi bahwa skuad ini belum sepenuhnya siap menghadapi pertandingan dengan ritme sekeras itu.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di level petinggi klub. Meski demikian, Florentino Perez tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Pintus.
Presiden Real Madrid yakin pelatih kebugaran asal Italia itu adalah sosok yang tepat untuk mengembalikan performa fisik para pemain, sekaligus menemukan solusi di tengah jadwal yang semakin padat.
Nasib Real Madrid di babak play-off masih menyimpan ketidakpastian. Mereka bisa kembali bertemu Benfica, atau justru harus bertandang jauh ke Norwegia untuk menghadapi Bodo/Glimt, tim kejutan Liga Champions yang sukses mencatatkan kemenangan mengejutkan atas klub-klub besar Eropa. Undian babak play-off dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/1).
Apa pun hasil undian nanti, satu hal tak bisa dihindari: Real Madrid perlu melakukan introspeksi mendalam. Ini adalah tahun kedua berturut-turut mereka gagal menembus delapan besar Liga Champions, sebuah catatan yang jelas mengecewakan untuk klub dengan standar setinggi Madrid.
Situasi ini mencerminkan masalah manajemen sekaligus performa skuad yang belum benar-benar menyatu sebagai sebuah tim.
Di dalam klub, kemarahan disebut-sebut meluas. Beberapa pihak mencoba mengingatkan pada kisah PSG pada 2025, ketika gagal masuk delapan besar namun akhirnya keluar sebagai juara Liga Champions.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
