Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Dok. Pep Guardiola)
JawaPos.com - Pep Guardiola akhirnya angkat bicara soal momen singkat namun menarik perhatian publik usai laga semifinal Piala Carabao antara Manchester City dan Newcastle United.
Pelatih Man City itu terlihat berbincang cukup intens dengan Sandro Tonali setelah The Magpies tersingkir akibat kekalahan 3-1 di Stadion Etihad, yang menutup agregat menjadi 5-1.
Percakapan tersebut terjadi di tengah situasi yang kurang ideal bagi Tonali. Gelandang internasional Italia itu sempat menjalani hari-hari penuh spekulasi setelah namanya dikaitkan dengan Arsenal. Namun, isu tersebut belakangan dibantah oleh berbagai pihak, termasuk agen pemain dan Newcastle sendiri.
Melansir Chronicle Live, Guardiola mengaku sengaja meluangkan waktu untuk menemui Tonali selepas pertandingan. Saat ditanya apa yang ia sampaikan kepada mantan pemain AC Milan itu, Pep menjawab dengan gaya santainya dalam konferensi pers.
"Apa yang saya katakan (kepada Sandro Tonali)? Bahasa Italia saya sempurna, jadi itulah mengapa saya bisa berkomunikasi dengannya. Dan, kami memiliki teman yang luar biasa dari Brescia, Edoardo Piovani."
Guardiola lalu menjelaskan bahwa hubungan mereka bukan sekadar formal di lapangan. Ada obrolan panjang soal perjalanan karier dan kehidupan Tonali.
"Dan, setiap kali kami terhubung, saya kenal ayahnya beberapa waktu lalu, dan setiap kali kami bertemu, kami berbicara tentang pengalamannya di Milan, para pendukung, dan betapa bahagianya dia di Newcastle. Dia benar-benar pemain top, pemain top, top, top!"
Dalam pertandingan tersebut, Tonali bermain penuh selama 90 menit. Newcastle memang tampil pincang di lini tengah setelah absennya kapten Bruno Guimaraes dan Joelinton, ditambah Lewis Miley yang juga harus menepi karena cedera.
Meski tampil kurang meyakinkan di babak pertama, Newcastle sempat memberi perlawanan setelah jeda. Mereka mencetak gol hiburan lewat Anthony Elanga dan bahkan memiliki beberapa peluang lain yang berpotensi menambah gol.
Guardiola pun tak menutup mata soal celah yang masih terlihat di timnya. Ketika ditanya mengenai banyaknya peluang yang didapat Newcastle, ia menjawab singkat, “Ya. Kita harus memperbaikinya.”
Soal jalannya laga, Pep menilai pertandingan berlangsung sangat intens dan sulit dikendalikan sepenuhnya.
“Dengan Newcastle, Anda tidak pernah bisa mengendalikan mereka sepenuhnya. Mereka berhadapan satu lawan satu dengan James (Trafford) - James luar biasa, terutama di babak pertama.”
Ia juga memberi pujian pada kualitas lawan.
“Saya tahu ritme permainan para pemain dan kita telah melihatnya. Newcastle adalah tim Liga Champions dengan pemain-pemain kelas atas. Itu adalah pertandingan yang sangat intens di semua lini, tetapi para pemain benar-benar bermain bagus.”
