Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Februari 2026, 18.28 WIB

Erling Haaland Mandul di 2026, Pep Guardiola Tegaskan Strikernya Masih yang Terbaik di Dunia

Erling Haaland tempati posisi pertama 50 pemain terbaik Premier League. (Instagram @erling).

JawaPos.com – Pep Guardiola membela Erling Haaland dengan menyebutnya sebagai "penyerang terbaik di dunia" meskipun performanya menurun tahun ini, terlebih menjelang pertandingan Manchester City melawan Liverpool pada Minggu (8/2) malam WIB.

Striker internasional Norwegia itu belum mencetak gol dari permainan terbuka di Liga Inggris sepanjang 2026, dengan catatan terakhirnya tercipta ketika mencetak brace dalam kemenangan 3–0 atas West Ham pada pertengahan Desember lalu.

Ada spekulasi bahwa Guardiola mungkin mencadangkan Haaland di Anfield dan menggantinya dengan Omar Marmoush, yang tampil memukau ketika sukses mencetak dua gol ke gawang Newcastle dalam semifinal leg kedua Piala Carabao sekaligus mengantarkan Man City lolos ke babak final.

Namun, pelatih kepala kelahiran Catalunya tersebut malah membela Haaland dan menegaskan bahwa pemain berusia 25 tahun itu tetap pencetak gol terbaik di dunia untuk saat ini.

"Erling (Haaland) adalah striker terbaik di dunia. Saya tidak tahu (apakah Haaland akan menjadi starter melawan Liverpool), tetapi saya selalu mengatakan bahwa Erling adalah yang terbaik," buka pelatih berusia 55 tahun itu.

Di pertandingan pekan ke-25 Liga Inggris akhir pekan ini, pasukan The Citizens perlu mengalahkan Liverpool untuk tetap menjaga api persaingan dengan Arsenal yang semakin kokoh di puncak klasemen dengan jarak enam poin.

Pertandingan melawan The Reds akan menjadi tugas yang sulit bagi Guardiola, yang hanya pernah mencatatkan satu kemenangan Premier League di Anfield sejak bergabung menukangi klub asal Manchester pada 2016.

"Mereka (Liverpool) selalu menjadi lawan terberat dan tempat serta stadion (Anfield) yang sulit dengan kualitas pemain dan manajernya. Mereka tetap tim yang luar biasa dengan manajer kelas atas,” lanjut Guardiola.

"Momen adalah momen, musim adalah musim. Mereka membangun kembali skuad (juara) bukan untuk satu musim tetapi untuk banyak musim (mendatang)," tutup pendapatnya soal Liverpool.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore