Pelatih Juventus Luciano Spalletti. (Dok. Juventus)
JawaPos.com–Pelatih Juventus Luciano Spalletti tak menutupi kekecewaan setelah timnya kembali menelan hasil buruk di lanjutan Serie A. Bermain di kandang sendiri, Juventus harus mengakui keunggulan Como pada laga yang digelar Sabtu (21/2).
Kekalahan Juventus atas Como ini menjadi yang keempat dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Situasi tersebut membuat posisi Bianconeri di Serie A dalam perburuan tiket Liga Champions semakin tertekan.
Dalam konferensi pers usai pertandingan kontra Como, Luciano Spalletti berbicara lugas. Dia menilai persoalan utama Juventus bukan semata soal taktik, melainkan mentalitas yang belum stabil saat menghadapi tekanan.
”Kalau level permainan seperti ini, kami tidak bisa berharap banyak,” ujar Spalletti dikutip dari gazzetta.it.
Menurut dia, gol pertama yang dicetak Como sangat memengaruhi jalannya laga. Juventus yang mencoba mengejar ketertinggalan justru bermain terlalu terbuka dan kehilangan keseimbangan.
Spalletti menyoroti satu catatan yang tak bisa diabaikan. Juventus terlalu sering kebobolan dari tembakan pertama lawan ke arah gawang. Statistik itu dianggap sebagai sinyal adanya masalah konsentrasi sejak menit awal.
Ketika ditanya soal performa kiper Michele Di Gregorio yang kembali menjadi sorotan, Spalletti enggan menyalahkan satu pemain. Dia menegaskan bahwa tanggung jawab hasil buruk adalah milik seluruh tim.
”Kesalahan tidak berdiri sendiri. Kami bisa saja mencegah situasi sebelum bola sampai ke gawang,” jelas Luciano Spalletti.
Dia menilai timnya terlalu mudah kehilangan bola di lini tengah, sesuatu yang jarang terjadi saat performa mereka stabil. Spalletti juga mengakui tekanan hasil buruk mulai memengaruhi kepercayaan diri para pemain.
Menurut dia, saat rasa percaya diri menurun, kesalahan kecil bisa berdampak besar pada jalannya pertandingan. Dengan jadwal berat menanti, termasuk laga penting melawan AS Roma pekan depan, Juventus dituntut segera bangkit.
Spalletti menegaskan bahwa lawan terbesar timnya saat ini adalah diri sendiri. ”Perebutan tiket Liga Champions bergantung pada keyakinan kami. Kalau kami bisa memperbaiki mental dan detail teknis, kami tetap punya peluang,” kata dia.
Meski situasi sulit, Spalletti memastikan dirinya tetap berkomitmen hingga akhir musim. Dia menegaskan tidak akan menyerah dan tetap percaya pada kemampuan skuadnya untuk bangkit dari tekanan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
