Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Februari 2026, 13.32 WIB

Piala Dunia 2026 Terancam? Kebrutalan Kartel Meksiko Guncang Persiapan Tuan Rumah

Kerusuhan pecah di Meksiko akibat tewasnya bos kartel narkoba. (Al-Jazeera).

JawaPos.com - Kematian bos kartel ternama di Meksiko memicu gelombang kekerasan yang berbuntut pada kekhawatiran menjelang Piala Dunia 2026. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Situasi memanas setelah Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho dilaporkan tewas dalam operasi militer di wilayah Tapalpa, negara bagian Jalisco.

Ia dikenal sebagai pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di negara tersebut. Kabar kematiannya memicu aksi balasan dari kelompok bersenjata.

Sejumlah laporan media lokal menyebutkan adanya pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan, hingga bentrokan bersenjata di beberapa titik. Kondisi ini membuat sejumlah negara mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya yang berencana datang ke Meksiko.

Padahal, Meksiko memegang peran penting dalam Piala Dunia edisi kali ini. Sebanyak 13 pertandingan akan digelar di tiga kota, termasuk laga pembuka di Mexico City pada 11 Juni 2026. Stadion legendaris Estadio Azteca bahkan kembali dipercaya menjadi panggung utama.

Turnamen 2026 sendiri akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Untuk pertama kalinya, 48 tim ambil bagian dalam 104 pertandingan yang berlangsung hingga 19 Juli 2026. Dengan jutaan suporter diprediksi hadir, faktor keamanan menjadi perhatian utama.

Hingga kini, FIFA belum mengumumkan perubahan terkait status tuan rumah. Otoritas Meksiko juga menegaskan bahwa persiapan tetap berjalan sesuai rencana.

Aparat keamanan dikabarkan meningkatkan patroli dan koordinasi lintas lembaga guna memastikan stabilitas menjelang turnamen.

Di sisi lain, tekanan politik juga ikut mengemuka. Pemerintah Amerika Serikat disebut memperketat kerja sama keamanan dengan Meksiko dalam upaya memberantas jaringan kartel. Langkah ini diharapkan bisa meredam potensi gangguan jelang kick-off.

Meski belum ada keputusan resmi soal relokasi pertandingan, bayang-bayang ketidakpastian tetap terasa. Beberapa laporan menyebut ada suporter yang mulai mempertimbangkan ulang rencana perjalanan mereka.

Piala Dunia selalu menjadi simbol persatuan dan perayaan sepak bola global. Namun kali ini, sorotan tak hanya tertuju pada persaingan di lapangan, melainkan juga kesiapan keamanan di luar stadion.

Waktu kurang dari 100 hari menuju laga pembuka akan menjadi ujian penting bagi Meksiko untuk meyakinkan dunia bahwa pesta sepak bola tetap bisa berlangsung aman dan lancar.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore