Pelatih Inter Milan Cristian Chivu. (Istimewa)
JawaPos.com–Pelatih Inter Milan Cristian Chivu menegaskan timnya siap membalikkan keadaan saat menghadapi Bodo/Glimt pada leg kedua playoff Liga Champions. Namun jelang laga krusial tersebut, suasana justru memanas di ruang konferensi pers.
Inter Milan datang dengan beban cukup berat setelah kalah di leg pertama. Nerazzurri membutuhkan tiga gol lawan Bodo/Glimt untuk menjaga peluang lolos liga Champions.
Dalam sesi jumpa media jelang laga Inter Milan vs Bodo/Glimt, seorang jurnalis asal Norwegia melontarkan pertanyaan yang memicu reaksi keras dari Chivu. Dia menyinggung kemungkinan memalukan jika Inter Milan tersingkir oleh klub yang dianggap lebih kecil.
Chivu yang biasanya tenang, kali ini berbicara tegas. Dia menilai tidak ada yang memalukan dalam sepak bola, selama tim menunjukkan rasa hormat kepada lawan.
Menurut dia, Bodo/Glimt sudah membuktikan kualitasnya, termasuk dengan kemenangan impresif di Madrid musim ini. ”Kami menghormati mereka. Tidak ada yang kebetulan dari perjalanan mereka sejauh ini,” ujar Chivu dikutip dari gazzetta.it.
Fokus Inter kini sepenuhnya tertuju pada laga di San Siro. Meski di Serie A mereka unggul cukup nyaman di puncak klasemen, Chivu meminta anak asuhnya tidak terdistraksi. Baginya, satu-satunya hal yang penting adalah performa selama 90 menit, atau bahkan 120 menit jika diperlukan.
Dia menekankan pentingnya bermain dengan kepala dingin. Inter dikenal produktif dengan rata-rata lebih dari dua gol per pertandingan. Namun Chivu mengingatkan timnya untuk tidak terburu-buru dan tetap disiplin terhadap rencana permainan.
Bek sayap andalan Federico Dimarco, juga menyuarakan optimisme serupa. Dia memastikan Inter akan tampil menyerang sejak awal, tetapi tetap waspada terhadap serangan balik cepat Bodo/Glimt yang terbukti efektif di leg pertama.
”Kami harus fokus mencetak gol dan menjaga keseimbangan. Jangan hanya berpikir menyerang tanpa kontrol,” kata Dimarco.
Faktor kandang diyakini menjadi keuntungan tambahan bagi Inter. Bermain di San Siro dengan dukungan penuh suporter diharapkan mampu memberi energi ekstra.
Chivu bahkan sempat berseloroh soal perbedaan rumput alami dibanding lapangan sintetis di Norwegia. Tanpa beberapa pemain kunci, Inter tetap percaya diri. Skuad dinilai cukup matang untuk menghadapi tekanan besar di kompetisi Eropa. Laga ini bukan sekadar soal tiket ke babak berikutnya, tetapi juga soal mental dan karakter tim.
Inter sadar misi mereka tidak mudah. Namun di hadapan publik sendiri, keyakinan untuk bangkit tetap terjaga. San Siro akan menjadi panggung penentuan, apakah Nerazzurri mampu menuntaskan comeback atau justru harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
