Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Februari 2026, 14.43 WIB

Bodo/Glimt Ukir Sejarah Usai Pecundangi Inter Milan! Cristian Chivu Akui Keunggulan Lawan di Liga Champions

Inter Milan jadi korban terbaru Bodo/Glimt di Liga Champions usai kalah agregat 5-2. (@Inter/X).

JawaPos.com - Inter Milan harus mengakui keunggulan Bodo/Glimt setelah kalah 1-2 pada leg kedua playoff fase gugur Liga Champions 2025/2026 di San Siro, Rabu (25/2). Hasil itu memastikan wakil Norwegia itu lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dengan agregat 5-2.

Inter sebenarnya langsung tampil agresif sejak awal pertandingan di kandang sendiri. Peluang pertama muncul pada menit ketiga melalui sundulan Francesco Pio Esposito yang masih melambung. Tekanan tuan rumah berlanjut lewat beberapa peluang beruntun, termasuk sundulan Esposito pada menit kesembilan dan tembakan Federico Dimarco, tetapi semuanya mampu digagalkan kiper Bodo/Glimt Nikita Haikin yang tampil sigap di bawah mistar.

Sepanjang babak pertama, Inter mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang melalui Dimarco, Davide Frattesi, dan Marcus Thuram. Namun, rapatnya lini belakang tim tamu membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Inter tetap berusaha menekan. Namun, Bodo/Glimt justru berhasil mencuri keunggulan pada menit ke-58. Berawal dari situasi perebutan bola di dalam kotak penalti, bola jatuh ke kaki Jens Petter Hauge yang dengan tenang melepaskan tembakan untuk membawa Bodo/Glimt unggul 1-0.

Dilansir dari ESPN, Inter mencoba merespons melalui beberapa peluang, termasuk tembakan yang membentur tiang gawang dan sejumlah situasi bola mati yang belum membuahkan hasil.

Sebaliknya, Bodo/Glimt kembali menghukum Inter lewat serangan balik cepat pada menit ke-72. Umpan terobosan Hauge dimanfaatkan dengan baik oleh Hakon Evjen yang menyelesaikan peluang dengan tembakan akurat ke sudut bawah gawang. Kiper Yann Sommer kembali ditaklukkan dan membawa Bodo/Glimt unggul 2-0.

Inter akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-76. Berawal dari sepak pojok, bola berhasil dimanfaatkan oleh Alessandro Bastoni yang mencetak gol dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 1-2.

Di sisa waktu pertandingan, Inter Milan terus menekan demi mencari gol penyeimbang. Thuram sempat mendapatkan peluang emas melalui sundulan, tetapi bola masih melebar. Upaya terakhir Inter melalui tembakan Ange-Yoan Bonny pada masa tambahan waktu juga gagal menemui sasaran.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Bodo/Glimt. Hasil ini memastikan tim tamu melangkah ke babak berikutnya dengan agregat 5-2. Sementara itu, Inter harus tersingkir meski tampil dominan dalam sebagian besar jalannya pertandingan.

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengakui timnya telah berusaha maksimal untuk membalikkan keadaan. Chivu menilai kegagalan mencetak gol lebih dulu membuat lawan semakin percaya diri. Meskipun demikian, Chivu menegaskan tidak memiliki alasan untuk menyalahkan para pemainnya.

“Kami sudah mencoba dengan segala cara sejak awal, tetapi menghadapi tim yang sangat terorganisir dengan blok rendah dan semua pemain berada di bawah garis bola. Saya tidak punya apa pun untuk disesalkan dari para pemain karena mereka sudah mencoba segalanya dengan energi yang kami miliki,” ujar Chivu dikutip dari Sky Sports.

Chivu juga mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kegagalan Inter melaju ke babak berikutnya, sembari mengakui kualitas Bodo/Glimt yang dinilainya pantas lolos. Chivu menekankan bahwa Inter selalu berusaha tetap kompetitif dan tidak pernah kehilangan fokus, tetapi mengakui bahwa level Liga Champions sangat tinggi dan kesalahan kecil dapat berakibat fatal.

“Ada banyak rasa pahit karena kami ingin lolos, tetapi kami menghadapi tim yang sangat terorganisir dan memiliki energi lebih. Mereka pantas mendapatkan pujian karena memang layak lolos,” kata Chivu.

Keberhasilan Bodo/Glimt melangkah ke babak 16 besar menjadi pencapaian bersejarah bagi klub yang berasal dari kota kecil di Norwegia. Kota Bodo sendiri hanya memiliki populasi sekitar 50.000 hingga 55.000 jiwa, sedangkan stadion kebanggaan mereka Aspmyra Stadion berkapasitas sekitar 8.000 penonton, angka itu tergolong kecil jika dibandingkan dengan klub-klub elite Eropa.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore