Pelatih Cesare Prandelli percaya Juventus mampu membalikkan defisit 5-2 dari Galatasaray di Liga Champions. (ig @c.prandelli)
JawaPos.com–Juventus menghadapi malam penentuan di Liga Champions. Setelah kalah 5-2 dari Galatasaray di Istanbul, Bianconeri kini butuh kemenangan besar di leg kedua untuk menjaga mimpi tetap hidup.
Tugas Juventus jelas tidak ringan, menang dengan selisih tiga gol atas Galatasaray untuk memaksakan perpanjangan waktu atau empat gol jika ingin lolos babak selanjutnya liga Champions tanpa drama adu penalti.
Melansir Football Italia, di tengah tekanan itu, mantan pelatih tim nasional Italia Cesare Prandelli justru melihat peluang. Dia percaya Juventus masih punya kapasitas untuk membalikkan keadaan pada laga liga champions lawan Galatasaray.
”Mencetak tiga atau empat gol melawan Osimhen dan rekan-rekan setimnya tanpa kebobolan akan sulit, tetapi setelah leg pertama di Istanbul, siapa yang menyangka Galatasaray bisa mencetak tiga gol dalam 45 menit melawan Bianconeri? Tim Spalletti bisa melakukannya, kenapa tidak. Jika mereka unggul dalam 20 menit pertama, aspek psikologisnya akan berubah,” kata Prandelli.
Laga kontra Galatasaray bukan satu-satunya ujian berat. Akhir pekan nanti, Juventus juga harus menghadapi Roma dalam duel krusial perebutan tiket Liga Champions Serie A. Saat ini mereka berada di posisi kelima, terpaut empat poin dari zona empat besar.
Artinya, musim Juventus bisa ditentukan hanya dalam hitungan hari. Gugur di Eropa dan terpeleset di liga? Tekanannya bisa berlipat ganda. Namun Prandelli menilai fokus utama tetap harus pada Liga Champions.
”Tidak. Pertandingan melawan Galatasaray harus dianggap sebagai yang terpenting dari semuanya, tidak ada keraguan sedikit pun tentang itu. Bangkit kembali di Liga Champions akan memberi mereka momentum menjelang pertandingan di Stadio Olimpico,” tutur Prandelli
Terakhir kali Juventus melakukan comeback besar di Liga Champions adalah saat Cristiano Ronaldo mencetak hattrick legendaris melawan Atletico Madrid pada musim 2018-19. Saat ditanya siapa yang bisa menjadi sosok penentu kali ini, jawaban Prandelli cukup menarik.
”Spalletti. Dia tidak turun ke lapangan, tetapi dialah yang paling berpengalaman dan karismatik. Saya tidak berharap dia akan memberikan ide-ide baru, saya pikir dia akan fokus pada pemain-pemain andalannya,” ucap Prandelli.
Menurut dia, peran pelatih akan jauh lebih krusial daripada sekadar taktik baru. Ini soal pengalaman, kepemimpinan, dan kemampuan membaca momen.
”Galatasaray dan Roma adalah dua pertandingan yang akan membuat Juventus berjuang untuk musim mereka, dan bagi banyak pemain, juga untuk masa depan mereka,” tandas Prandelli.
Ada juga aspek finansial yang tak bisa diabaikan. Lolos ke babak 16 besar Liga Champions diperkirakan bernilai sekitar €15 juta, sementara finis di empat besar Serie A bisa membawa sekitar €60 juta. Angka yang tidak kecil.
Namun Prandelli menolak menjadikan uang sebagai pertimbangan utama.
”Pelatih membuat evaluasi teknis, bukan evaluasi ekonomi. Dan jika para direktur memberikan tekanan tambahan ini kepada tim, mereka akan menjadi administrator dan bukan orang-orang yang berkecimpung di dunia sepak bola. Pembicaraan tentang uang seharusnya tidak dilibatkan,” ujar Prandelli.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
