Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Februari 2026, 04.02 WIB

FIFA Tanggapi Kekhawatiran Keamanan Piala Dunia 2026 di Meksiko

Presiden FIFA Gianni Infantino. (ig @palo.ctm)

JawaPos.com–Keikutsertaan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 mendadak jadi bahan perbincangan serius. Bukan soal kesiapan stadion atau atmosfer sepak bola yang luar biasa, melainkan situasi keamanan yang memanas setelah tewasnya seorang gembong narkoba terkenal.

Melansir Metro.co, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal sebagai El Mencho, tewas di negara bagian Jalisco bagian barat dalam sebuah operasi militer. Sosok berusia 59 tahun itu merupakan kepala Kartel Generasi Baru Jalisco, yang dikenal sebagai CJNG, salah satu organisasi kriminal paling kuat dan berkembang pesat di negara tersebut.

Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan yang cukup signifikan. Kerusuhan awalnya terjadi di Jalisco sebelum dilaporkan menyebar ke lebih dari selusin negara bagian.

Kelompok bersenjata mendirikan penghalang jalan untuk menghambat operasi militer, sementara kendaraan dan bangunan publik dibakar dalam eskalasi yang berlangsung cepat. Laporan menyebutkan lebih dari 70 orang tewas dalam operasi penangkapan hingga kekerasan susulan.

Korban termasuk tersangka anggota kartel, anggota Garda Nasional Meksiko, serta warga sipil. Situasi ini jelas memicu kekhawatiran, apalagi Jalisco, dengan ibu kotanya Guadalajara, dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah utama turnamen Piala Dunia.

Guadalajara direncanakan menggelar empat pertandingan Piala Dunia. Tak hanya itu, pusat kota juga akan menjadi lokasi Fan Fest FIFA dengan estimasi kehadiran mencapai 200.000 penggemar. Angka yang fantastis, dan tentu saja membutuhkan jaminan keamanan ekstra.

Dampak situasi ini sudah terasa di dunia olahraga domestik. Beberapa pertandingan di divisi sepak bola papan atas putra dan putri ditunda sebagai langkah antisipasi. Meski begitu, sejumlah agenda olahraga lain seperti Mexico Open tetap berjalan sesuai jadwal.

Pertanyaannya sekarang apakah situasi ini akan memengaruhi Piala Dunia? Secara umum, gelombang kekerasan seperti ini diperkirakan akan mereda dalam hitungan hari atau minggu.

Namun, kematian El Mencho membuka potensi perebutan kekuasaan di antara kelompok kartel dan tokoh saingan. Jika itu terjadi, risiko kekerasan lanjutan bisa saja membayangi dalam jangka waktu lebih panjang.

FIFA disebut terus memantau perkembangan situasi bersama otoritas lokal dan internasional. Untuk turnamen sebesar Piala Dunia, standar keamanan jelas bukan main-main. Apalagi ini bukan sekadar pesta sepak bola biasa, ini panggung global.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore