Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa. (Dok. Real Madrid)
JawaPos.com–Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions setelah mengalahkan Benfica 2-1 (agregat 3-1) di Estadio Bernabeu. Perjalanan mereka di Eropa musim ini tidak selalu mulus, tetapi satu hal yang pasti Los Blancos masih berdiri.
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa tak ragu menunjukkan siapa sosok sentral timnya. Vinicius Junior kembali jadi pembeda. Setelah mencetak gol tunggal pada leg pertama lawan Benfica liga Champions, winger asal Brasil itu kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat penyelesaian rendah yang klinis pada menit ke-80.
Selebrasi bersama pemain Real Madrid dengan menari di dekat bendera sudut lapangan, seolah menjawab berbagai kontroversi rasisme yang mengitarinya dalam beberapa pekan terakhir.
Melansir The Real Champs, Arbeloa yang mengambil alih kursi pelatih sementara sejak Januari menggantikan Xabi Alonso, sukses menghidupkan kembali performa terbaik Vinicius. Di bawah pelatih sebelumnya, sang pemain sempat kesulitan menemukan konsistensi. Kini, dia justru menjadi pusat permainan Madrid.
”Dia adalah pemimpin kami,” kata Arbeloa.
Dalam konferensi pers usai laga, Arbeloa berbicara gamblang soal peran Vinicius di timnya.
”Kami akan membangun strategi permainan kami di sekitar Vini Jr. Kami membutuhkannya bahkan saat ada Mbappe, dan sekarang karena kami tidak memiliki Kylian, kami akan lebih membutuhkan Vini. Dia adalah pemimpin kami,” papar Arbeloa.
Kalimat itu bukan sekadar pujian biasa. Itu adalah pernyataan posisi. Dengan 13 gol dan 11 assist dari 37 pertandingan musim ini, Vinicius telah membungkam kritik yang sempat mempertanyakan masa depannya di Bernabeu. Kini, bukan hanya bintang, dia adalah poros.
Dalam laga melawan Benfica, Real Madrid sempat dikejutkan gol Rafa Silva di menit ke-14. Namun respons mereka cepat. Aurelien Tchouameni menyamakan kedudukan dua menit kemudian, mengembalikan kontrol agregat ke tangan tuan rumah.
Gol Vinicius di babak kedua akhirnya memastikan langkah Madrid ke fase gugur. Performa tim mungkin belum meyakinkan, tetapi di kompetisi seperti Liga Champions, hasil adalah segalanya.
Tanpa Mbappe dan Bellingham
Tantangan Madrid tak berhenti di sini. Kylian Mbappe dipastikan absen karena cedera lutut, dan proses pemulihannya diperkirakan tidak singkat. Sementara itu, Jude Bellingham juga masih menepi akibat cedera hamstring dan kemungkinan baru kembali pada April.
Artinya? Beban ofensif tim hampir sepenuhnya berada di pundak Vinicius. Dengan kemungkinan menghadapi Manchester City atau Sporting CP di babak 16 besar, Madrid akan membutuhkan versi terbaik dari sang winger.
Di La Liga, mereka juga sedang bersaing ketat dan hanya terpaut satu poin dari Barcelona. Laga berikutnya melawan Getafe pada 2 Maret akan menjadi ujian konsistensi bagi Vinicius Junior.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
