Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2026, 23.30 WIB

Kandang Gresik United Longsor, Area Jogging Track Stadion Gelora Joko Samudro Tidak Bisa Digunakan

Hujan deras yang mengguyur Kota Pudak dalam beberapa pekan terakhir memicu tanah longsor. Kejadian itu terjadi di kawasan jogging track stadion Gelora Joko Samudro (Gejos). - Image

Hujan deras yang mengguyur Kota Pudak dalam beberapa pekan terakhir memicu tanah longsor. Kejadian itu terjadi di kawasan jogging track stadion Gelora Joko Samudro (Gejos).

JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Pudak dalam beberapa pekan terakhir memicu tanah longsor. Kejadian itu terjadi di kawasan jogging track Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Gresik, Jawa Timur. Hingga kemarin (4/1), petugas BPBD Gresik telah melakukan sterilisasi di lokasi kejadian. 

Kepala Pelaksana BPBD Gresik Sukardi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (2/1) silam. Namun baru petugas sekuriti diketahui pada Sabtu (3/1) pagi.

"Tidak ada aktivitas. Sebab, malam harinya sebelum diketahui, lokasi tersebut diterpa hujan lebat," ucap Sukardi.

Pihaknya menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, luas area terdampak longsor di sisi selatan kandang Gresik United itu mencapai 70 meter.

"Lebar longsoran berkisar 15 meter, dengan ketinggian mencapai 4 meter," paparnya.

Akibatnya, sejumlah fasilitas juga ikut terdampak longsor. Mulai dari jogging track, pagar pembatas, tempat duduk umum, hingga lampu penerangan jalan.

"Kami telah memasang garis pembatas. Dikhawatirkan terjadi longsor susulan karena kontur tanah masih labil," kata Sukardi.

Pihaknya juga menyebut bahwa kondisi tanah longsor mulai mendekati area stadion. Sukardi mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka melakukan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kepala Disparekrafbudpora Saifudin Ghozali. Pihaknya menegaskan bahwa kawasan jogging track Gejos akan ditutup sementara waktu.

"Demi keselamatan bersama, namun untuk area stadion utama masih bisa digunakan seperti biasa karena tidak terdampak longsor," jelasnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (CKPKP). Untuk melakukan evaluasi bersama guna menentukan langkah penanganan selanjutnya.

"Faktor utama penyebab longsor masih dalam tahap evaluasi. Kami akan melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut," pungkasnya. 

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore