Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 01.31 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Pemprov Jatim Terus Kawal Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Gubernur Khofifah Tegaskan: Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Tidak Bisa Terburu-buru. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan pihaknya akan terus mengawal proses identifikasi korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, yang sedang berlangsung di RS Bhayangkara.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berada di lokasi hingga seluruh korban berhasil di identifikasi dengan aman dan tuntas," tutur Gubernur Khofifah setelah meninjau lokasi Pondok Pesantren Al Khoziny, Selasa (7/10).

Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan bahwa per hari ini, Selasa (7/10) operasi SAR resmi ditutup, setelah puing-puing bangunan sudah dibersihkan 100 persen, sehingga tugas penyelamatan dinyatakan selesai.

“Per hari ini fokus penanganan di RS Bhayangkara Polda Jatim bersama Tim DVI. Pendampingan psikologis dan spiritual sangat penting agar para santri bisa pulih dari trauma," imbuhnya. 

Gubernur Jatim menegaskan bahwa penanganan pasca bencana menjadi tanggung jawab bersama, antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat. Keluarga korban diminta untuk bersabar menunggu hasil identifikasi.

"Bagi wali santri dan keluarga yang masih menunggu proses identifikasi mohon berdabar, kuat, tabah dan iklhas sampai hasil identifikasi dilakukan rekonsiliasi oleh Tim DVI dan ahli," terang Khofifah. 

Tak lupa, Gubernur Khofifah menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas bencana non alam rubuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.

"Atas nama pribadi dan Pemprov Jatim, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tukasnya. 

Kronologi Singkat 
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. 

Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 7 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 17 berhasil teridentifikasi. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore