Alumni Ponpes Al Khoziny, KH M Zainal Abidin mengatakan, pihak Ponpes memberikan hadiah badal umrah untuk puluhan korban yang meninggal dalam tragedi musala ambruk pada Senin (29/9) lalu. (Ist).
JawaPos.com - Pihak Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo akan memberikan hadiah badal umrah untuk puluhan korban yang meninggal dalam tragedi musala ambruk pada Senin (29/9) lalu.
Hal ini disampaikan oleh Alumni Pondok Pesantren Al Khoziny, KH M Zainal Abidin. Ia mengatakan hadiah badal umrah sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para korban yang wafat.
“Kami memberikan hadiah support kepada korban, khususnya (korban) yang meninggal dunia, kami badalkan umrah," tutur Zainal kepada awak media di Ponpes Al Khoziny, Rabu (8/10).
Zainal bercerita bahwa banyak alumni dan santri Ponpes Al Khoziny yang berada atau tinggal di Makkah. Karena itu, mereka berinisiatif membantu dan mendaftarkan badal umrah atas nama para santri yang meninggal dunia.
"Sekali lagi kami mohon maaf manakala dalam perjalanan ini banyak yang kurang berkenan di hati semua masyarakat. Intinya bahwa semuanya berkeinginan yang lebih baik," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, KH Zaenal juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam tragedi yang tak pernah dibayangkan olehnya. Sebanyak 67 korban dinyatakan meninggal dalam tragedi ini.
“Saya mewakili keluarga ndalem, pertama menyampaikan Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un, turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya santri-santri kami,” tutur Zaenal.
Menurut Ketua PCNU Sidoarjo tersebut, para santri yang menjadi korban ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, gugur dalam keadaan suci, yakni sedang melaksanakan ibadah.
"Kami yakin bahwa mereka meninggal dunia dalam kondisi bersuci, kami yakin dan berani bersumpah mereka husnul khatimah. Oleh karenanya kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam," pungkasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 34 berhasil teridentifikasi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
