Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 20.07 WIB

Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Liburkan Sementara Kegiatan Belajar Pasca Tragedi Musala Ambruk

Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Liburkan Sementara Kegiatan Belajar Pasca Tragedi Musala Ambruk. (Istimewa)

JawaPos.com - Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar santri, meski proses evakuasi dan pencarian korban dinyatakan tuntas pada Selasa (7/10).

Hal ini disampaikan oleh Alumni Pondok Pesantren Al Khoziny sebagai perwakilan, KH M Zainal Abidin. "Sementara masih kita liburkan untuk situasi dan kondisi yang ada," ujarnya di lokasi, Rabu (8/10).

Zainal tak bisa memastikan sampai kapan kegiatan Pondok Pesantren Al Khoziny libur. Yang jelas, pihaknya akan menunggu hasil identifikasi yang dilakukan oleh aparat Kepolisian.

Sebagai informasi, bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Hingga operasi SAR ditutup, korban mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 34 berhasil teridentifikasi.

"Nampaknya kita akan tunggu investigasi dulu. Baru nanti kalau memang sudah ada rekomendasi untuk kami tempati, ya akan kita tempati (dan melanjutkan aktivitas ponpes seperti semula)," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH Zaenal juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam tragedi yang tak pernah dibayangkan olehnya. Sebanyak 67 korban dinyatakan meninggal dalam tragedi ini.

“Saya mewakili keluarga ndalem, pertama menyampaikan Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un, turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya santri-santri kami,” tutur Zaenal.

Menurut Ketua PCNU Sidoarjo tersebut, para santri yang menjadi korban ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, gugur dalam keadaan suci, yakni sedang melaksanakan ibadah.

"Kami yakin bahwa mereka meninggal dunia dalam kondisi bersuci, kami yakin dan berani bersumpah mereka husnul khatimah. Oleh karenanya kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam," pungkasnya. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore