Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Oktober 2025, 06.44 WIB

Viral! Gajah Rocky di KBS Ditunggangi Pawang, Ini Penjelasan Wali Kota Surabaya

KBS perkenalkan anak gajah Sumatera, Rocky Balboa kepada publik. (Istimewa) - Image

KBS perkenalkan anak gajah Sumatera, Rocky Balboa kepada publik. (Istimewa)

JawaPos.com-Warga Surabaya dihebohkan dengan foto dan video viral yang menunjukkan anak gajah di Kebun Binatang Surabaya (KBS) bernama Rocky Bolboa, diduga ditunggangi pawangnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), dan ahli dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), pun turun tangan melakukan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tindakan pawang (mahout) tersebut bukan eksploitasi, melainkan upaya penenangan satwa. Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

“Kami telah menginstruksikan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan pada KBS. Kredibilitas informasi harus dijaga, maka kami mengundang BBKSDA dan ahli mahout dari Way Kambas untuk memeriksa langsung,” tutur Eri, Kamis (16/10).

Berdasar hasil pemeriksaan dari Way Kambas dan BBKSDA, insiden yang terekam di media sosial, terjadi ketika Gajah Rocky dikenalkan pada lingkungan baru dan menunjukkan reaksi ketidaktenangan.

"Pihak ahli menyampaikan Mahout naik ke punggung gajah sambil mengelus untuk menstabilkan satwa, lalu segera turun setelah gajah tenang. Ini bukanlah panunggangan rutin atau pelatihan beban,” imbuh Eri.

Eri Cahyadi mengatakan dalam aspek pelatihan, Way Kambas memberikan panduan bahwa gajah dapat diperkenalkan pada mahout dan lingkungannya sejak usia dini. Pelatihan dasar dapat dimulai pada 3-4 bulan.

“Terkait batas penunggangan, Way Kambas menyebut belum ada regulasi ketat yang melarang total penunggangan berdasarkan usia dan berat. Namun, ada pendapat yang menyatakan aktivitas tertentu dapat dimulai pada usia 1,5 tahun,” terang Eri.

Kemudian pada aspek kesehatan dan lingkungan, BBKSDA menyimpulkan Gajah Rocky berada dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda stres atau perubahan perilaku pasca kejadian.

“Manajemen KBS disarankan agar perawatan gajah dilakukan oleh mahout yang konsisten dan tidak berganti-ganti orang, untuk membangun ikatan emosional yang kuat dengan satwa," tutur Eri.

KBS juga disarankan untuk melakukan proses pengenalan lingkungan di tempat tertutup, sehingga meminimalisir risiko gajah terkejut atau stres saat berhadapan dengan keramaian terbuka.

Berdasarkan seluruh hasil pemeriksaan yang telah disimpulkan BBKSDA dan Way Kambas, Wali Kota Eri menegaskan kesimpulan akhir bahwa tidak ditemukan adanya eksploitasi satwa, latihan beban, maupun kekerasan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore