
Ilustrasi pemakaman di TPU Keputih, Surabaya. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menghadapi krisis lahan pemahaman. Dari 80 Tempat Pemakaman Umum (TPU) di ibu kota, 69 TPU di antaranya sudah tak punya ruang untuk liang baru alias penuh.
Persoalan klasik ini kerap terjadi di kota-kota besar, lantas bagaimana dengan Kota Surabaya? Apakah kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta juga mengalami persoalan serupa?
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengakui bahwa lahan makam di Kota Pahlawan semakin menipis. Dari 13 Tempat Pemakaman Umum yang dimiliki pemerintah kota, hampir seluruhnya penuh.
Menurutnya, krisis lahan pemakaman di kota besar terjadi akibat keterbatasan lahan dan pesatnya pertumbuhan penduduk, sehingga ruang untuk area pemakaman semakin berkurang setiap tahun.
"Kemarin (jumlah penduduk) 2,7 juta jiwa, hari ini sudah 3 juta jiwa lebih, karena Surabaya didatangi orang terus. Kan tidak mungkin lahan kita digunakan menjadi lahan makam semuanya,” tutur Eri di Surabaya, Minggu (26/10).
Karena itu, Pemkot Surabaya menggandeng pengelola makam kampung agar pemanfaatan lahan bisa lebih maksimal. Menurutnya, pola lama yang mengandalkan makam keluarga atau makam kampung perlu dihidupkan kembali.
"Kalau lahan makam dengan bertambahnya orang pasti berkurang, maka kita fungsikan adalah lahan makam yang perkampungan. Kalau setiap orang minta satu (lahan makam), ya habis semua tanahnya," imbuh Eri.
Selain itu, sistem tumpang juga menjadi langkah darurat untuk menangani krisis lahan makam. Tradisi menumpuk jenazah keluarga dalam satu liang lahad ini, kata Eri, masih diterapkan di keluarganya.
"Kalau makam keluarga saya di Tembok Dukuh, dulu makamnya mbahku. Ketika mbahku sudah lama (meninggal), almarhum bapak (abah) juga dimakamkan di sana," ucap orang nomor satu di Surabaya itu.
Eri optimis praktik pemakaman keluarga dengan sistem tumpang, bisa menjadi solusi untuk keterbatasan lahan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memakamkan anggota keluarganya di kampung terdekat.
"Nah, pemerintah kota juga tidak akan menyiapkan (lahan) semuanya untuk warga terus. Makanya kita berkolaborasi, kita bersinergi juga dengan makam-makam yang ada di kampung," terang Eri.
Ia menegaskan pengelolaan lahan makam berbasis komunitas ini menjadi langkah realistis untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ruang hidup dan pemakaman di tengah keterbatasan lahan kota.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
