Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2025, 03.40 WIB

Belajar dari Kasus Al Khoziny, Pemkot Surabaya Gandeng ITS untuk Audit Ribuan Ponpes

Belajar dari Kasus Al Khoziny, Pemkot Surabaya Gandeng ITS untuk Audit Ribuan Ponpes. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Belajar dari Kasus Al Khoziny, Pemkot Surabaya Gandeng ITS untuk Audit Ribuan Ponpes. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Belajar dari kasus ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Pemkot Surabaya bersama ITS akan mengaudit kekuatan struktur bangunan ponpes di Kota Pahlawan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Hikmatun Najiyah,  yang berada di Jalan Sidosermo (Sidoresmo) III No 16 A dan B pada Senin (27/10).

"Sejauh ini, sudah 15 Ponpes yang dilakukan pengecekan dan hasilnya semua sudah masuk dalam kategori aman. Tapi, Kami tetap mencocokkan dengan IMB yang lama meskipun bangunannya sudah kuat," tutur Eri.
 
Tujuannya tentu untuk memastikan keamanan para santri. Terlebih melansir dari data Kemenag, total ada 1.100 pondok pesantren yang beroperasi di Surabaya. Seluruhnya telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Di Surabaya, semua pondok yang terdaftar di Kemenag itu sudah ada IMB, tetapi yang lama, sehingga hari ini kita menyesuaikan, apakah IMB yang lama masih sama seperti kondisi bangunan sekarang atau tidak," imbuhnya. 

Karena itu, bekerja sama dengan ITS, Pemkot Surabaya akan melakukan pengecekan secara menyeluruh. Memastikan kondisi bangunan pondok pesantren di Surabaya sesuai IMB dan memiliki struktur yang kuat.
 
Eri menilai pemantauan lapangan penting untuk meninjau kondisi real bangunan pondok pesantren, terutama yang bertingkat atau dulunya rumah tinggal, namun kini dialihfungsikan sebagai tempat mengaji.

"Seperti yang sedang kami kunjungi ini, di kawasan Sidoresmo, dikenal sebagai kawasan pondok. Kami lakukan pengecekan struktur pondoknya (sudah sesuai IMB atau belum, lalu bagaimana struktur bangunannya)," terang Eri. 
 
Dari hasil pemantauan dan audit, apabila bangunan pondok pesantren dinilai aman dan sesuai IMB, Pemkot Surabaya bersedia membantu pengurusan IMB dengan kondisi bangunan ponpes terkini.

"Dari hasil pengecekan ITS nanti, jika sudah sesuai, maka kami gambarkan strukturnya, kami keluarkan IMB-nya yang baru. Ini upaya kami untuk menjaga keselamatan para santri di Kota Pahlawan," tukas Eri.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore