Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 November 2025, 23.14 WIB

Mulai Hari Ini 390 Ribu Siswa SMA/SMK di Jatim Jalani Tes Kompetensi Akademik

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 6 Surabaya, Senin (3/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 6 Surabaya, Senin (3/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Hari ini, Senin (3/11), sebanyak 390.186 siswa SMA/SMK sederajat, baik negeri maupun swasta di Provinsi Jawa Timur mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA), secara serentak. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa saat meninjau pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik hari pertama di SMA Negeri 6 Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. 

"Hari ini anak-anak jenjang SMA/SMK/MA akan melaksanakan TKA, hasilnya nanti bisa menjadi dasar untuk masuk perguruan tinggi, maka faktor teknis, seperti listrik dan jaringan internet, saya rasa sangat penting," tutur Khofifah. 

Adapun 390.186 siswa di Jawa Timur yang mengikuti TKA berasal dari 4.323 satuan pendidikan, dengan rincian 171.502 siswa SMA, 218.401 siswa SMK, 283 siswa SLB, dan 16.326 peserta Paket C.

Sebagai informasi, pelaksana TKA diatur dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025. TKA proyeksi opsional untuk mengukur capaian akademik peserta didik, sekaligus menjadi referensi seleksi akademik PTN jalur prestasi. 

Pelaksanaan TKA 2025 dibagi dalam tiga gelombang, di antaranya gelombang pertama pada Senin, 3 November untuk mata pelajaran (mapel) wajib dan 4 November untuk mapel pilihan.

Gelombang kedua diselenggarakan pada 5 November untuk mapel wajib dan 6 November untuk mapel pilihan. Selanjutnya gelombang ketiga pada 8 - 9 November untuk peserta jalur pendidikan nonformal seperti Paket C.

Oleh karena itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kesiapan teknis maupun nonteknis harus diperhatikan serius. Mulai kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, ketersediaan listrik, hingga kesiapan mental para siswa.

"Faktor teknis seperti listrik dan jaringan internet sangat berpengaruh, jangan sampai di tengah pelaksanaan TKA dua hal ini tidak firm, maka akan sangat berpengaruh pada mental dan konsentrasi anak-anak kita," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan, Khofifah menginstruksikan Dinas Pendidikan Jatim memastikan adanya cadangan daya berupa genset dan jaringan internet yang stabil di seluruh sekolah pelaksana TKA.

"Ini bentuk langkah antisipatif dari kemungkinan terjadinya pemadaman listrik. Melalui Pak Kadindik Jatim, saya minta agar dipastikan provider pendukung jaringan internetnya," tukas Gubernur Khofifah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore