Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Desember 2025, 00.15 WIB

Talenta Muda Bidang Seni dan Bela Diri Bersinar di SMA Awards 2025

Ajang SMA Awards 2025 kembali menjadi panggung pembuktian bagi talenta-talenta terbaik siswa SMA dari berbagai daerah di Jawa Timur. (Istimewa) - Image

Ajang SMA Awards 2025 kembali menjadi panggung pembuktian bagi talenta-talenta terbaik siswa SMA dari berbagai daerah di Jawa Timur. (Istimewa)

JawaPos.com - Ajang SMA Awards 2025 kembali menjadi panggung pembuktian bagi talenta-talenta terbaik siswa SMA dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dari seni musik, debat bahasa Inggris, hingga pencak silat, para peserta menunjukkan dedikasi, disiplin, dan karakter unggul yang mengantarkan mereka meraih prestasi membanggakan.

Pada kategori Gitar Solo, Muhammad Arya Wijaya dari SMAN 2 Bondowoso tampil memukau dan dinobatkan sebagai juara pertama. Petikan gitarnya yang ekspresif melalui aransemen lagu Tanduk Majeng berhasil membius juri. “Beruntung saya mendapatkan banyak dukungan dari keluarga dan pihak sekolah yang membantu perekaman video. Selain itu, sekolah memberikan dispensasi waktu untuk latihan, sehingga saya bisa maksimal dalam mempersiapkan lomba ini,” kata Arya. Dia berharap kemenangan tersebut menjadi awal perjalanan untuk lebih serius bermusik. “Semoga dapat lebih banyak kesempatan mengikuti kompetisi untuk menambah portofolio,” imbuhnya.

Posisi kedua diraih Mirza Maulana Silahudin Aziz dari SMAN 1 Lawang berkat pendekatan kreatif pada lagu Es Lilin. Proses menemukan aransemen unik menjadi tantangan tersendiri. “Saya berharap prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya memperkaya khasanah repertoarnya ke depan,” ujarnya. Konsistensi latihan rutin minimal satu jam setiap hari menjadi kunci keberhasilannya. “Kedisiplinan berlatih menjadi modal utama untuk mempertajam teknik dan penguasaan repertoar,” jelas Mirza.

Sementara itu, juara ketiga gitar solo diraih Yehezkiel Awang Paskah dari SMA Katolik St Albertus Malang. Dia mengaku sempat pesimistis saat melihat karya peserta lain. “Sempat pesimistis saat melihat video dari peserta lain. Tapi, usaha memang tak mengkhianati hasil,” tuturnya. Demi fokus latihan, Yehezkiel bahkan mengurangi aktivitas lain. “Saya memang sudah mempersiapkannya dengan matang. Bahkan, demi menjaga konsistensi dan fokus latihan, saya mengurangi kegiatan lainnya,” jelasnya.

Di kategori Debat Bahasa Inggris, Andrea Rhizqy dari SMAN 1 Tuban keluar sebagai juara pertama. Meski persiapan terbilang mendadak, pengalamannya mengikuti SMA Awards sebelumnya menjadi bekal penting. “Selain berlatih bersama guru pendamping di sekolah, saya banyak belajar mengenai materi debat bahasa Inggris melalui video YouTube,” ujar Andrea. Dia menilai proses seleksi internal tim sekolah sebagai momen paling berkesan karena dapat saling berbagi pengalaman dan motivasi.

Juara kedua diraih Rakhasatya Zidane dari SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo. Latihan intensif dijalaninya dengan disiplin tinggi. “Saya latihan 5–6 hari dalam satu minggu,” ujarnya. Menurut Zidane, ajang ini efektif untuk mengasah kemampuan public speaking sekaligus bertemu kompetitor berkualitas.

Sementara itu, Aldya Kusuma Azzahra dari SMAN 1 Trenggalek meraih juara ketiga. Keaktifannya di klub debat sekolah memperkaya kemampuannya berargumentasi. “Saya memaksimalkan potensi dengan berlatih pribadi, melakukan stockpiling material penting mulai isu pendidikan, digitalisasi, hingga CJS, dan rutin sparring dengan peserta lain,” ujarnya. Tantangan adaptasi peran speaker diatasi dengan latihan struktur dan evaluasi mandiri.

Kategori Pencak Silat juga melahirkan atlet-atlet muda berprestasi. Juara pertama diraih Hamdan M. Khairullah dari SMAN 2 Lumajang yang berhasil menyeimbangkan latihan intensif dan belajar. Dia menegaskan pentingnya dukungan orang tua dan pelatih, serta memandang pencak silat sebagai warisan budaya. “Saya akan terus mengembangkan kemampuan demi membawa nama baik sekolah dan daerah,” ujarnya.

Juara kedua diraih Try Hayyu Putra Afriyanto dari SMAN 1 Tempeh Lumajang. Dengan haru, dia mempersembahkan prestasi tersebut untuk para pendukungnya. “Pencak silat itu dilahirkan bukan hanya sebagai satu campur olahraga, melainkan juga bagian dari pelestarian budaya bangsa,” katanya. Ke depan, Try berkomitmen terus mengasah kemampuan agar meraih hasil lebih maksimal.

Adapun juara ketiga pencak silat diraih Muchamad Ibrahim dari SMAN 9 Malang. Sempat hampir menyerah, dia bangkit berkat nasihat pelatih. “Tetapi saya ingat nasehat coach saya jika ingin juara, jangan gampang menyerah, harus tanggung jawab dan disiplin,” katanya. Ibrahim menekankan pentingnya mental kuat dan pola hidup teratur. “Saya akan berupaya meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” pungkasnya.

SMA Awards 2025 pun kembali menegaskan perannya sebagai wadah lahirnya generasi muda berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan nonakademik, tetapi juga menjunjung nilai disiplin, kerja keras, dan pelestarian budaya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore