Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Januari 2026, 16.27 WIB

Meski RPH Pegirian Direlokasi, Pemkot Surabaya Pastikan Pasar Daging Arimbi Tak Dipindah

Rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke kawasan Tambak Osowilangun (TOS) dipastikan tidak berdampak pada keberadaan Pasar Daging Arimbi.

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke kawasan Tambak Osowilangun (TOS), tidak berdampak pada keberadaan Pasar Daging Arimbi.

Sentra daging di Kota Pahlawan tersebut dipastikan tetap beroperasi di Jalan Arimbi, Kecamatan Semampir. Kepastian itu disampaikan oleh Dirut PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho.

"Jadi yang pindah ini adalah jagal ya, atau lebih tepatnya pemotongan hewan sapi. Sedangkan kalau pasar pegirian yang saat ini terkenal dengan pasar daging itu tetap di Jalan Arimbi,” tutur Fajar, Rabu (14/1).

Sementara itu, rencana relokasi RPH ke kawasan Tambak Osowilangun (TOS) tetap dilakukan usai Idulfitri 2026, meskipun mendapat protes keras dari para jagal dan pedagang daging.

Fajar mengatakan bahwa relokasi ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan wisata religi Ampel. Secara fungsi dan fasilitas yang tersedia, RPH Osowilangun juga sudah siap digunakan.

Namun ia juga memahami sikap para jagal yang enggan pindah. Oleh karena itu hingga akhir Maret 2026, Pemkot Surabaya memberikan waktu dan memperbolehkan para jagal beraktivitas seperti biasa di RPH Pegirian.

Namun setelah itu, semua jagal wajib berpindah ke Osowilangun. "Jadi selama Januari, Februari, Maret, memanfaatkan dua RPH sekaligus secara paralel, tujuannya untuk mengecek apakah RPH baru sudah sesuai atau tidak,” imbuhnya.

Selain alasan penataan kawasan wisata religi Ampel, fasilitas peralatan RPH Pegirian, lanjut Fajar, sudah tidak lagi maksimal. Banyak alat yang sudah aus, sehingga membutuhkan adanya pembaruan.

“Kami buat persis seperti Pegirian, tidak ada yang berubah, namun tempatnya lebih modern dan Ipalnya lebih maksimal, tidak seperti di RPH Pegirian yang sudah sangat tua sejak 1927, banyak alat yang aus," imbuhnya.

Di sisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Fikser mengatakan rencana relokasi RPH sudah disosialisasikan sejak 2016. Karena itu, relokasi tetap dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri 2026.

“Mereka minta untuk tidak dipindah, tetapi kami coba jelaskan bahwa program ini sudah sejak 2016 dan sudah direncanakan dalam rencana pembangunan kota, termasuk penataan kota di kawasan religi," ucap Fikser.

"Isu-isu yang mereka sampaikan seperti jarak, kesiapan tempat, insya Allah kita dari pemerintah kota sudah siapkan untuk kendaraan pengangkut daging ketika disembelih, dan sebagainya,” tukasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore