Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 03.59 WIB

Doktif Tegaskan GERD Tidak Sebabkan Henti Jantung

Doktif. (Abdul Rahman/JawaPos.com). - Image

Doktif. (Abdul Rahman/JawaPos.com).

JawaPos.com - Banyak orang dilanda kekhawatiran mendalam setelah sempat beredar isu bahwa penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) bisa mengakibatkan henti jantung dan menjadi salah satu penyebab kematian.

Dokter Detektif atau Doktif secara tegas mengatakan isu yang beredar di luar sana sama sekali tidak benar secara medis. Menurutnya, GERD dan henti jantung merupakan dua hal berbeda.

"Di sini saya tegaskan, tidak ada hubungan antara GERD dengan henti jantung. Penderita maag kronis tidak mungkin wafat karena henti jantung. Itu penyakit yang berbeda," kata Doktif saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (26/1).

Dia mengakui, sepintas gejalanya memang ada kemiripan antara permasalahan pada jantung dengan GERD. Meski mirip, ketika ditelusuri secara mendalam, keduanya dipastikan berbeda.

"Gejalanya mirip, sama-sama nyeri dada. Karena ada asap yang naik ke atas, sehingga menimbulkan sensasi terbakar, seperti nyeri di dada," tuturnya.

Doktif meminta para penderita GERD tidak perlu panik dan cemas karena penyakit ini tidak mengakibatkan henti jantung. Dia pun meminta mereka untuk tidak berpikiran berlebihan, apalagi pikirannya kurang baik.

Doktif justru meminta para penderita GERD untuk berpikiran positif dan menerapkan pola hidup sehat karena itu akan sangat membantu proses penyembuhan.

"Yang saya tekankan buat penderita maag kronis atau GERD, kalian bisa melakukan intermittent fasting. Kasih jendela makan dari jam 12 sampai jam 6. Di waktu ini kalian bisa makan," tuturnya.

"Setelah itu, kalian istirahatkan lambung. Dengan mengistirahatkan lambung, lambung kalian akan melakukan perbaikan sendiri. Banyak sekali pasien Doktif menderita maag kronis sembuh total karena ini," paparnya.

Menurut Doktif, tubuh manusia bisa melakukan perbaikan sendiri, termasuk pada bagian lambung. Dengan catatan, ada waktu dimana lambung harus diistirahatkan.

"Jangan selalu dikasih makanan yang membuat kinerja lambung lebih berat. Istirahatkan kerja lambung, maka ia akan memperbaiki dirinya sendiri," tuturnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore