
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menunjukkan barang bukti kebakaran gedung PT Terra Drone Indonesia.
JawaPos.com – Polisi akhirnya buka suara menanggapi berbagai spekulasi liar di media sosial yang menghubungkan insiden kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan isu bencana alam seperti banjir dan longsor di Sumatera.
Beredar luas isu di kalangan publik bahwa kebakaran yang melanda gedung PT Terra Drone Indonesia itu sengaja dilakukan untuk menghilangkan data pemetaan, terutama yang berkaitan dengan bencana alam di Sumatera.
Isu ini mencuat lantaran PT Terra Drone Indonesia pernah melakukan pemetaan terhadap lahan sawit di Sumatera. Saat ini,
Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana (MWM), telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran maut ini.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro membantah isu tersebut. Menurutnya, tidak ada korelasi antara peristiwa nahas yang menewaskan 22 korban jiwa tersebut dengan aktivitas pemetaan (mapping) yang dilakukan terkait bencana alam.
"Jadi terkait dengan isu-isu viral, saya juga menerima berbagai isu viral, apakah dikaitkan dengan pencana alam, dikaitkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan mapping. Karena memang kan drone ini kan untuk mapping," ujar Susatyo di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat (12/12).
Ia menegaskan fokus utama penyidikan kepolisian adalah pengusutan penyebab timbulnya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Menurutnya, jika terdapat hubungan antara PT Terra Drone dengan bencana banjir di Sumatera, akam terdapat petugas yang langsung berkoordinasi dengannya.
"Kalau terkait dengan hubungannya dengan ini tentunya mapping, bila memang ada pun pasti penyidik daripada yang sedang merasakan kegiatan, penyidikan bencana alam di Sumatera tentunya juga akan beroperasi dengan kami. Tapi sejauh ini tidak ada permintaan dari tim penyidik bencana alam di Sumatera," jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra juga menepis isu tersebut. Ia menegaskan, pihaknya dalam melakukan penyelidikan hanya fokus terhadap fakta-fakta di lapangan.
"Sampai dengan saat ini, tidak ada korelasinya atau indikasi-indikasi terkait sabotase, maupun tidak ada korelasinya dengan apa yang disampaikan terkait penghilangan data, penghilangan apa, tidak ada," tegasnya.
Menurutnya, penghilangan dokumen ataupun data dengan membakar sebuah tempat sudah tidak relevan di era sekarang. Sebab, data saat ini tidak hanya berbentuk fisik, tapi juga soft copy.
"Karena kan logikanya data zaman sekarang itu tidak hilang daripada hardcopynya saja, gitu kan," katanya.
Diketahui, Kantor penyedia layanan drone, Terra Drone Indonesia, mengalami insiden kebakaran hebat yang merenggut nyawa 22 pegawainya. Tragedi memilukan terjadi pada Selasa (9/12). Sumber api berasal dari ledakan baterai drone atau pesawat tanpa awak di dalam gedung.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
