Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Desember 2025, 16.26 WIB

Kaleidoskop 2025: Jejak Teror Bom Sekolah di Jakarta, Dari Ancaman Kripto, Bullying, Hingga Ledakan SMAN 72

Penjagaan oleh aparat TNI di samping SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Personel TNI dan Polri berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Penjagaan oleh aparat TNI di samping SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Personel TNI dan Polri berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Tahun 2025 menjadi catatan kelam bagi dunia pendidikan di Jakarta dan sekitarnya. Serangkaian teror bom menghantui sekolah-sekolah, mulai dari ancaman siber hingga ledakan nyata yang memakan puluhan korban luka di sekolah negeri.

Dunia pendidikan kita dipaksa siaga satu setelah ancaman demi ancaman muncul secara beruntun dalam waktu yang berdekatan.

Teror Sekolah Internasional: Tebusan Kripto dan Ancaman Luar Negeri

Gelombang teror dimulai pada awal Oktober 2025. Dua sekolah internasional di Tangerang, yakni Jakarta Nanyang School dan Mentari Intercultural School, dikejutkan oleh pesan ancaman bom pada 7 Oktober.

Hanya berselang sehari, North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Kelapa Gading turut menjadi sasaran. Pelaku mengirimkan pesan via WhatsApp dan meminta uang tebusan fantastis sebesar US$30 ribu dalam bentuk kripto.

Polsek Kelapa Gading bergerak cepat melakukan penyisiran pada tengah malam untuk memastikan keamanan area sekolah. Dugaan sementara, pelaku ketiga sekolah ini adalah orang yang sama dan mengoperasikan aksinya dari luar negeri.

Tragedi SMAN 72 Jakarta: Ledakan di Tengah Khutbah Salat Jumat

Layar menampilkan potongan cctv kasus ledakan bom di SMAN 72 Jakarta diperlihatkan pada konfrensi pers di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri (ketiga kanan) di damping Kabid Humas P

Puncak teror terjadi pada 7 November 2025 di SMAN 72 Jakarta. Sebuah ledakan keras mengguncang lingkungan sekolah tepat saat khotbah kedua salat Jumat berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepanikan luar biasa pecah. Sebanyak 96 orang, yang mayoritas adalah siswa, menjadi korban luka-luka. Bahkan, hingga sepekan pasca kejadian, terdapat 10 korban yang masih mendapatkan perawatan.

Tim Gegana Brimob dan Densus 88 yang terjun ke lokasi menemukan fakta mengerikan. Ada tujuh perangkat peledak, di mana empat di antaranya berhasil meledak di dua titik berbeda.

Pelaku ternyata adalah seorang siswa kelas 12 berinisial F, 17. Berdasarkan rekaman CCTV, ia masuk ke area sekolah sejak pagi hari dengan membawa dua tas dan sempat berbincang normal dengan guru sebelum melancarkan aksinya.

Barang bukti kasus ledakan bom di SMAN 72 Jakarta diperlihatkan pada konfrensi pers di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Sekitar pukul 12.02 WIB, pelaku terlihat telah mengganti pakaiannya. Dia mengenakan celana hitam kaos putih dan menggendong senjata mainan di tangannya mengarah ke masjid. Hingga akhirnya terjadi ledakan di area masjid.

Profil Pelaku: Terinspirasi Penembakan Massal Luar Negeri

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore