Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Oktober 2025, 13.57 WIB

Guru Agama Kristen se-Indonesia dapat Insentif, Kemenag Siapkan Rp 50 Miliar untuk 2025

Direktur Pendidikan Kristen Kemenag Suwarsono menjelaskan soal tunjangan dan insentif bagi guru pendidikan agama Kristen. (Kemenag) - Image

Direktur Pendidikan Kristen Kemenag Suwarsono menjelaskan soal tunjangan dan insentif bagi guru pendidikan agama Kristen. (Kemenag)

JawaPos.com – Kabar gembira bagi guru-guru agama Kristen di seluruh Indonesia. Tahun ini, Kemeterian Agama (Kemenag) menyiapkan anggaran Rp 50 miliar untuk membayar tunjangan dan insentif guru agama Kristen di seluruh Indonesia.

“Insentif dan tunjangan ini menjadi bentuk apresiasi negara atas dedikasi guru-guru agama Kristen, termasuk mereka yang bertugas di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal),” ujar Direktur Pendidikan Kristen Kemenag, Suwarsono di Jakarta, Rabu (29/10) sebagaimana dilansir dari Antara.

Menurut Suwarsono, anggaran Rp 50 miliar itu dialokasikan untuk mendukung skema peningkatan kesejahteraan guru agama Kristen.

Pertama, insentif untuk 3.831 guru non-ASN dengan total anggaran Rp 11,54 miliar. Lalu tunjangan profesi guru (TPG) bagi 738 guru non-ASN bersertifikasi senilai Rp 13,63 miliar.

Terakhir adalah tunjangan khusus bagi 1.237 guru yang bertugas di wilayah 3T dengan total anggaran Rp 24,85 miliar.

“Ini sebagai dukungan afirmatif negara untuk memastikan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh guru agama Kristen di Indonesia,” katanya.

Suwarsono menjelaskan, hingga tahun 2025, tercatat ada 50.270 guru Pendidikan Agama Kristen di Indonesia. Mereka terdiri atas 15.862 guru PNS, 10.192 guru PPPK, dan 24.216 guru non-ASN.

Mereka tersebar di berbagai satuan pendidikan agama Kristen. Mulai dari Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK) hingga Sekolah Menengah Agama Kristen (SEMAK).

“Kami berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru, baik yang berada di sekolah negeri maupun di sekolah keagamaan Kristen swasta di seluruh Indonesia,” kata dia.

Dari 50.270 guru, sebanyak 12.496 guru telah tersertifikasi, sementara 37.774 lainnya masih dalam proses.

Dari jumlah yang belum tersertifikasi, 27.021 guru dinyatakan eligible mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Sedangkan sisanya masih melengkapi syarat administrasi, seperti kualifikasi S1 dan masa kerja minimal dua tahun.

Program PPG dalam jabatan bagi guru Pendidikan Agama Kristen dilaksanakan secara bertahap sejak 2024.

“Tahun 2025, ada 10.841 guru yang mengikuti PPG melalui tiga batch, bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Bandung Indonesia untuk mata pelajaran umum, serta IAKN Ambon, Tarutung, dan Manado untuk PAK,” katanya.

Sementara, untuk tahun 2026, Ditjen Bimas Kristen menargetkan 16.600 guru ikut PPG lanjutan dengan alokasi anggaran Rp 13 miliar. Tujuannya agar seluruh guru agama Kristen punya sertifikasi profesi pada akhir 2026.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore